Harga cabai rawit di Salatiga tembus Rp70 ribu/kg
Selasa, 04 Maret 2014 - 16:52 WIB
Harga cabai rawit di Salatiga tembus Rp70 ribu/kg
A
A
A
Sindonews.com - Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Salatiga mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga komoditas pertanian tersebut di pasaran menembus Rp70 ribu per kilogram (kg) atau naik Rp10.000 dari harga semula Rp60 ribu per kg.
Menurut seorang pedagang di Pasar Pagi Salatiga, Endah, kenaikan harga cabai rawit merah ini terjadi beberapa bulan lalu. Awalnya, naik menjadi Rp30 ribu per kg. Lantas beberapa pekan kemudian harga terus melambung hingga mencapai Rp60 ribu per kg. "Dan pekan lalu, harganya naik lagi menjadi Rp70 ribu per kg," katanya, Selasa (4/3/2014).
Dia mengatakan, mahalnya harga cabai membuat pedagang kebingungan untuk menjualnya. Sebab pembeli tidak bisa begitu saja menerima kenaikan harga. Selain itu, pedagang juga harus menambah modal untuk kulakan.
Endah mengatakanm kenaikan harga cabai dipicu menurunnya produksi ditingkat petani pada musim penghujan ini. Banyak petani cabai yang mengalami gagal panen akibat tingginya curah hujan selama beberapa bulan terakhir ini. Sehingga cabai sulit didapat dan harganya melambung tinggi.
"Dari informasi yang saya dengar, penurunan produksi cabai terjadi hampir di semua daerah termasuk daerah sentra cabai seperti Grabak, Magelang, dan daerah lainnya. Sehingga cabai sulit diperoleh dan harganya terus naik," jelasnya.
Pedagang lainnya, Tumirah mengatakan, naiknya harga cabai ini tidak hanya membuat pedagang kelabakan, namun juga berpengaruh pada daya beli konsumen. Daya beli konsumen terhadap cabai merah keriting dalam satu pekan terakhir langsung menurun drastis.
Bahkan, lanjut dia, para konsumen utamanya pedagang makanan yang menggunakan cabai rawit merah sebagai bahan baku, langsung mengurangi pemakaian cabai. Demikian juga, dengan konsumen rumah tangga.
"Sekarang banyak ibu-ibu rumah tangga banyak yang masak tanpa menggunkan cabai. Saya sendiri juga jarang memasak menggunakan cabai. Ini untuk menekan pengeluaran rumah tangga," pungkasnya.
Menurut seorang pedagang di Pasar Pagi Salatiga, Endah, kenaikan harga cabai rawit merah ini terjadi beberapa bulan lalu. Awalnya, naik menjadi Rp30 ribu per kg. Lantas beberapa pekan kemudian harga terus melambung hingga mencapai Rp60 ribu per kg. "Dan pekan lalu, harganya naik lagi menjadi Rp70 ribu per kg," katanya, Selasa (4/3/2014).
Dia mengatakan, mahalnya harga cabai membuat pedagang kebingungan untuk menjualnya. Sebab pembeli tidak bisa begitu saja menerima kenaikan harga. Selain itu, pedagang juga harus menambah modal untuk kulakan.
Endah mengatakanm kenaikan harga cabai dipicu menurunnya produksi ditingkat petani pada musim penghujan ini. Banyak petani cabai yang mengalami gagal panen akibat tingginya curah hujan selama beberapa bulan terakhir ini. Sehingga cabai sulit didapat dan harganya melambung tinggi.
"Dari informasi yang saya dengar, penurunan produksi cabai terjadi hampir di semua daerah termasuk daerah sentra cabai seperti Grabak, Magelang, dan daerah lainnya. Sehingga cabai sulit diperoleh dan harganya terus naik," jelasnya.
Pedagang lainnya, Tumirah mengatakan, naiknya harga cabai ini tidak hanya membuat pedagang kelabakan, namun juga berpengaruh pada daya beli konsumen. Daya beli konsumen terhadap cabai merah keriting dalam satu pekan terakhir langsung menurun drastis.
Bahkan, lanjut dia, para konsumen utamanya pedagang makanan yang menggunakan cabai rawit merah sebagai bahan baku, langsung mengurangi pemakaian cabai. Demikian juga, dengan konsumen rumah tangga.
"Sekarang banyak ibu-ibu rumah tangga banyak yang masak tanpa menggunkan cabai. Saya sendiri juga jarang memasak menggunakan cabai. Ini untuk menekan pengeluaran rumah tangga," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :