ARLI: Industrialisasi rumput laut perlu roadmap
Rabu, 05 Maret 2014 - 12:50 WIB
ARLI: Industrialisasi rumput laut perlu roadmap
A
A
A
Sindonews.com - Industri rumput laut menjadi salah satu komoditas pendukung blue economy yang sangat berpeluang besar untuk dikembangkan di Indonesia.
Namun, Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menilai, langkah pemerintah untuk mendorong industrialisasi rumput laut masih memerlukan perencanaan matang.
Ketua ARLI, Safari Azis mengatakan, roadmap untuk industrialisasi sangat diperlukan agar masyarakat rumput laut secara terstruktur dan optimal dapat menjadikan rumput laut sebagai sumber kemakmuran.
Selain itu, roadmap juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi pola pengembangan industri rumput laut yang jelas dan bisa dipertangnggungjawabkan.
"Selama ini upaya untuk industrialisasi sifatnya masih sporadis dan belum terarah. Sehingga jalan itu sangat diperlukan agar semua pihak bisa mengetahui posisi dan aksi yang harus dijalankan," kata dia dalam rilisnya, Rabu (5/3/2014).
Pihaknya menyayangkan bahwa saat ini belum ada platform kerja bersama diantara beberapa kementerian yang terlibat. Menurutnya, masing-masing kementerian seharusnya dapat duduk bersama dengan stakeholder untuk membuat kesepakatan.
Tujuannya utnuk mengembangkan industrialisasi rumput laut sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 27/ 2012 tentang Industrialisasi Kelautan dan Perikanan.
Safari mengatakan, dengan berkembangnya industri pangan, kosmetik hingga pupuk baik secara nasional maupun global, seharusnya dapat menguntungkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rumput laut terbesar di dunia.
Selain belum adanya roadmap yang jelas, kata dia, industri dalam negeri masih menemui beberapa kendala. Terutama daya saing yang masih rendah jika dibandingkan dengan industri luar negeri.
"Industri lokal belum mampu menyerap rumput laut dalam jumlah besar dan cenderung belum bisa menyesuaikan dengan harga internasional. Yang terjadi selama ini harga rumput laut bergantung pada mekanisme pasar, di samping harus memenuhi keekonomian harga petani," jelasnya.
Namun, Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menilai, langkah pemerintah untuk mendorong industrialisasi rumput laut masih memerlukan perencanaan matang.
Ketua ARLI, Safari Azis mengatakan, roadmap untuk industrialisasi sangat diperlukan agar masyarakat rumput laut secara terstruktur dan optimal dapat menjadikan rumput laut sebagai sumber kemakmuran.
Selain itu, roadmap juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi pola pengembangan industri rumput laut yang jelas dan bisa dipertangnggungjawabkan.
"Selama ini upaya untuk industrialisasi sifatnya masih sporadis dan belum terarah. Sehingga jalan itu sangat diperlukan agar semua pihak bisa mengetahui posisi dan aksi yang harus dijalankan," kata dia dalam rilisnya, Rabu (5/3/2014).
Pihaknya menyayangkan bahwa saat ini belum ada platform kerja bersama diantara beberapa kementerian yang terlibat. Menurutnya, masing-masing kementerian seharusnya dapat duduk bersama dengan stakeholder untuk membuat kesepakatan.
Tujuannya utnuk mengembangkan industrialisasi rumput laut sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 27/ 2012 tentang Industrialisasi Kelautan dan Perikanan.
Safari mengatakan, dengan berkembangnya industri pangan, kosmetik hingga pupuk baik secara nasional maupun global, seharusnya dapat menguntungkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil rumput laut terbesar di dunia.
Selain belum adanya roadmap yang jelas, kata dia, industri dalam negeri masih menemui beberapa kendala. Terutama daya saing yang masih rendah jika dibandingkan dengan industri luar negeri.
"Industri lokal belum mampu menyerap rumput laut dalam jumlah besar dan cenderung belum bisa menyesuaikan dengan harga internasional. Yang terjadi selama ini harga rumput laut bergantung pada mekanisme pasar, di samping harus memenuhi keekonomian harga petani," jelasnya.
(izz)
Lihat Juga :