Rumput laut kurang diserap industri nasional

Rabu, 05 Maret 2014 - 13:04 WIB
Rumput laut kurang diserap...
Rumput laut kurang diserap industri nasional
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI), Safari Azis mengatakan, penyerapan rumput laut oleh industri nasional saat ini baru sekitar 30 persen dari produktivitas.

Sementara, ekspor rumput laut yang belum diolah masih banyak dibutuhkan pihak luar meski dengan harga pasaran internasional yang cukup tinggi. Sampai Oktober 2013, ekspor bahan baku dan olahan rumput laut Indonesia mencapai 147.052 ton senilai USD132,48 juta.

"Industri dalam negeri terkadang mengeluh dengan tingginya harga tapi kualitas bahan baku yang menurun. Sehingga sulit bersaing dengan para pelaku ekspor. Karena itu, pasar dalam negeri untuk hasil olahan rumput laut perlu dibangun terlebih dahulu agar tidak bersaing ketat dengan produk luar negeri atau masuk ke pasar yang sudah penuh," kata dia dalam rilisnya, Rabu (5/3/2014).

Menurutnya, agar berdaya saing industri rumput laut perlu memiliki kejelasan sistem, mulai dari pembudidayaan, distribusi, sistem logistik hingga perizinan industri.

"Kami meminta pada pemerintah supaya dibuatkan roadmap atau blue print yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan, agar regulasi dan strateginya tepat dan membuat industri berdaya saing," jelasnya.

Safari mengungkapkan, saat ini perizinan bagi industri pengolahan rumput laut yang beroperasi cenderung disulitkan, karena harus memiliki 14 macam surat izin yang dikeluarkan antar kementerian/lembaga yang berbeda-beda. Sehingga menyebabkan biaya tinggi dan tidak efisien.

Pemerintah, kata dia, perlu memikirkan bagaimana agar pelaku usaha baik nasional maupun internasional tertarik untuk berinvestasi dan membangun industri.

Selain itu, proyek dan bantuan-bantuan peralatan dari pemerintah dalam industri pengolahan rumput laut jalan ditempat. Karena perencanaannya tidak matang, tidak ekonomis dan tidak ada akses pasar.

"Kita harapkan pemerintah bisa lebih bijaksana mengambil langkah-langkah tepat. Jangan hanya menyerukan industrialisasi, tapi roadmap dan petunjuk pelaksanaannya tidak jelas," pungkas Safari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
8 menit yang lalu
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
34 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
1 jam yang lalu
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
1 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved