RNI siapkan belanja modal Rp3,5 triliun

Rabu, 05 Maret 2014 - 19:00 WIB
RNI siapkan belanja...
RNI siapkan belanja modal Rp3,5 triliun
A A A
Sindonews.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perdagangan, agro industri, farmasi dan alat kesehatan ini telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp3,5 triliun.

Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro mengatakan, dari alokasi dana tersebut, sekitar 30 persen berasal dari kas internal perusahaan. Sedangkan sisanya masih bersumber dari sindikasi perbankan.

“Kami selalu bersandar pada kekuatan perbankan yang tentu saja sinergi antar BUMN, apakah itu dari PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia dan PT Bank Mandiri untuk membantu unit bisnis kita. Paling tidak perseroan akan mengalokasikan sekitar Rp3,5 triliun untuk investasi sejumlah unit bisnis dan 30 persen dari dana internal,” kata Ismed saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Tidak hanya itu, tahun ini menurut Ismed, perseroan juga berencana melakukan penerbitan surat utang atau obligasi sekitar Rp1,2 triliun. Aksi korporasi tersebut direncanakan dapat terealisasi pada semester kedua tahun ini.

“Dana belanja modal terbesar untuk pengembangan kebun kelapa sawit seluas 20.000 hektare (ha), termasuk pembangunan pabrik kelapa sawit di Muba II. Dananya sekitar Rp1,8 triliun,” ujar dia.

Selain itu, menurut dia, sisa dananya akan digunakan RNI untuk pengembangan 14 anak usaha termasuk salah satunya lini usaha ritel yang membangun Warung Rajawali dan Rajawali Mart. Perseroan berencana menambah 500 hingga 1.000 outlet di 10 kota di Indonesia, dari total yang ada saat ini 108 outlet di enam kota.

“Targetnya tahun ini RNI juga akan membangun dua hotel yaitu untuk kelas budget dan hotel berbintang tiga di wilayah tengah kota Surabaya seluas 4 ha dan daerah yang sedang tumbuh Cirebon seluas 3,5 ha. Tahun ini masih lini usaha bisnis, jika berkembang tahun depan akan dibuat unit usaha sendiri. Tahap awal kami perkirakan membutuhkan dana sekitar Rp150 miliar,” tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dahsyat! Laba Bersih...
Dahsyat! Laba Bersih RNI Tumbuh 192 Persen di Kuartal III
Perum BULOG dan PT Rajawali...
Perum BULOG dan PT Rajawali Nusantara Indonesia Teken MoU untuk Pengelolaan Pergudangan hingga Pengembangan Digitalisasi Logistik
Erick Thohir Ubah Nomenklatur...
Erick Thohir Ubah Nomenklatur RNI, Ini Susunan Direksi Terbaru
8 Perusahaan Dilebur,...
8 Perusahaan Dilebur, Holding BUMN Klaster Pangan Dibentuk Akhir 2020
Gandeng Karang Taruna...
Gandeng Karang Taruna Nasional, RNI Buka Peluang Kewirausahaan Milenial di Pedesaan
Frans Marganda Tambunan...
Frans Marganda Tambunan Resmi Jabat Dirut Holding BUMN Pangan
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
1 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
2 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
5 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
6 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
7 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
9 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved