Properti di Semarang terhambat kenaikan PBB dan NJOP

Rabu, 05 Maret 2014 - 19:16 WIB
Properti di Semarang...
Properti di Semarang terhambat kenaikan PBB dan NJOP
A A A
Sindonews.com - Pengembang perumahan di Kota Semarang kini dihadapkan pada persoalan pertanahan, yakni kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Kenaikan PBB dan NJOP di Kota Semarang yang berlaku pada 2014 dinilai akan menghambat sektor properti. Pasalnya, kenaikan dua komponene ini bisa memakan anggaran 40 persen.

Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng Bidang Pertanahan, Wibowo Tedjosukmono mengatakan, sebelumnya setiap tahun kenaikan PBB hanya di kisaran 10-20 persen. Namun, untuk kali ini sangat tinggi dan diprediksi akan berdampak pada melambatnya penjualan rumah.

"Harapan kami kenaikan PBB ini bisa ditinjau ulang. Dan dalam waktu dekat ini kami dari DPD REI Jateng akan mencoba beraudiensi dengan Pak Walikota," katanya disela Penutupan REI Ekspo II/2014, di Java Mall Semarang, Rabu (5/3/2014).

Sementara, terkait kenaikan NJOP 2014 yang cukup signifikan dari sebelumnya, juga menjadi masalah baru. Dengan kenaikan NJPO otomatis harga tanah juga akan melambung.

"Kenaikan NJOP memang tidak pada semua tempat, tapi rata-rata yang naik di daerah Semarang kota, dan di daerah pinggiran tetap naik, hanya tidak terlalu besar," ungkapnya.

Kenaikan PBB dan NJOP, lanjut dia, sangat menghambat perkembangan perumahan. Pengembang perumahan terpaksa harus menghitung ulang harga jual rumahnya, mengikuti kenaikan PBB dan NJOP.

Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Promosi dan Publikasi, Dibya K Hidayat menambahkan, meskipun ada kenaikan pada dua komponen tersebut, sejauh ini pengembang masih belum menaikkan harga rumah.

Dalam hal ini, pengembang masih bertahan dengan harga lama, dengan konsekuensi mengurangi margin. "Harga rumah belum terkoreksi. Masih tetap pakai harga lama. Harapannya, kenaikan PBB ini dapat ditinjau ulang atau ditunda," kata dia.

Sementara, dalam REI Ekspo II/2014 yang berlangsung di Java Mall Semarang, mulai 21 Februari sampai 4 Maret 2014 berhasil tercatat transaksi hingga Rp72 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari realisasi transaksi REI Ekspo sebelumnya yang hanya di kisaran Rp60 miliar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Berita Terkini
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
15 menit yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
1 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved