Industri petrokimia minta jaminan pasokan gas

Kamis, 06 Maret 2014 - 20:56 WIB
Industri petrokimia...
Industri petrokimia minta jaminan pasokan gas
A A A
Sindonews.com - Sekjen The Indonesia Olefin and Plastic Industry Association (Inaplas) Fajar Budiono berharap pemerintah dan Pertamina menjamin pasokan gas kepada industri hulu, khususnya petrokimia.

"Kalau tahun ini pasokan gas tidak dijaga, dapat mengganggu produksi industri petrokimia. Sebab, gas merupakan sumber energi utama kami," kata Fajar di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Konsistensi pasokan gas ini akan sangat membantu industri hulu yang saat ini tengah mengalami tekanan sebagai akibat fluktuasi nilai tukar rupiah dan kenaikan upah pekerja.

Fajar mengatakan, secara prosentase gas di industri petrokimia mencapai 15 persen dalam proses produksi sehingga memegang peranan sangat penting.

Fajar mengatakan, saat ini pasokan gas ke industri petrokimia sebesar 60 persen. Sementara, Pertamina sendiri baru mampu memenuhi 30 persen, sedangkan sisanya dari impor.

Kesulitan pasokan gas serupa juga dialami industri baja. Menurut Direktur Eksekutif the Indonesia Steel and Iron Industry Association (IISIA) Hidayat Trisepoetro yang mengatakan, kondisi demikian dipengaruhi iklim ekonomi dunia yang belum pulih sepenuhnya.

Sebelumnya industri juga harus menyesuaikan pengeluarannya terkait dengan kebijakan pemerintah menaikan upah minimum kabupaten/kota belum lama ini.

Hidayat mengatakan, asosiasi sampai saat ini belum berani memprediksikan kapan ekonomi dunia dapat pulih (recovery) karena erat kaitannya dengan kebijakan yang diambil negara-negara maju.

Menurut dia, dengan kondisi demikian seharusnya ada dukungan pemerintah agar industri dapat bertahan di tengah-tengah kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan.

Dukungan yang diberikan di antaranya melalui penataan pasar dengan regulasi yang lebih baik lagi, harmonisasi dari hulu ke hilir, serta jaminan kepastian pasokan bahan baku.

Terkait dukungan pemerintah, menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, merupakan hal yang tepat di tengah-tengah kondisi ekonomi saat ini.

Banyak faktor di luar kemampuan industri seperti terkait fluktuasi nilai tukar, kenaikan tarif listrik, harga bahan baku termasuk gas, serta pemberlakuan upah minimum baru yang dapat meningkatkan biaya produksi industri.

Jika pemerintah tidak memperhatikan kesulitan industri, kata Sofjan, sudah dipastikan akan banyak perusahaan yang berhenti operasi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina EP Sepakati...
Pertamina EP Sepakati Jual Beli Gas dengan Cikarang Listrindo dan PHR
Tinggalkan Eropa, Rusia...
Tinggalkan Eropa, Rusia Perluas Pasokan Gas ke Pasar Asia Tengah
JERA-PLN EPI Umumkan...
JERA-PLN EPI Umumkan Temuan Awal Studi Potensi Kolaborasi Rantai Nilai LNG di Indonesia
FID Lapangan Duyung...
FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD
Petrokimia Gresik Amankan...
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas hingga 2035, Perkuat Produksi Pupuk Nasional
Industri Khawatirkan...
Industri Khawatirkan Masalah Pasokan dan Harga Gas Bumi
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved