Data ekonomi China buat Wall Street melemah

Selasa, 11 Maret 2014 - 08:59 WIB
Data ekonomi China buat...
Data ekonomi China buat Wall Street melemah
A A A
Sindonews.com - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup melemah karena tertekan data ekonomi dari China dan melemanya produksi pesawat terbaru Boeing.

Ekspor China anjlok 18,1 persen pada Februari tahun ini, jauh di bawah perkiraan sebelumnya yang naik 6,8 persen. Hal ini menyebabkan neraca perdagangan China menjadi defisit dan menambah kekhawatiran perlambatan di negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

"Ada alasan untuk sedikit lebih berhati-hati di pasar saham karena ada aksi ambil untung. Namun, jumlahnya tidak cukup persuasif untuk membuat saya menjual saham," kata Kepala alokasi aset di ING Investment Management Paul Zemsky seperti dilansir Reuters, Selasa (11/3/2014).

Saham Boeing Co (BA.N) turun 1,3 persen menjadi USD126,89 karena menurunnya produksi jet terbaru. Adapun insiden hilangnya pesawat Malaysia yang dibuat oleh Boeing juga memberi sentimen negatif terhadap penurunan saham Boeing.

Kendati demikian, rencana merger dan akuisisi, yang dilakukan Facebook dan Alexion Pharma membantu menahan kejatuhan lebih besar pada indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Saham Facebook (FB.O) mencapai rekor intraday USD72,15 setelah UBS menaikkan target harga media sosial raksasa tersebut dari USD72 menjadi USD90. Saham Facebook berakhir naik 3,2 persen ke level USD72,03. Sedangkan saham Alexion Pharmaceuticals (ALXN.O) melonjak 7,1 persen menjadi USD180 setelah menaikkan perkiraan laba dan penjualan tahun ini.

Indeks Dow Jones ditutup turun 34,04 poin atau 0,21 persen ke 16.418,68; S&P 500 terkoreksi 0,87 poin atau 0,05 persen ke 1.877,17 dan Nasdaq melemah 1,775 poin atau 0,04 persen ke 4.334,448.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Harga Batu Bara Acuan...
Harga Batu Bara Acuan Periode II Juli Naik Lagi, Kini Jadi USD131,85 per Ton
11 menit yang lalu
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
46 menit yang lalu
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
2 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
2 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
2 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved