Lelang jaringan distribusi gas, BPH Migas rogoh Rp5 M
Rabu, 12 Maret 2014 - 16:32 WIB
Lelang jaringan distribusi gas, BPH Migas rogoh Rp5 M
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas (BPH Migas) akan melakukan lelang pipa gas distribusi di lima wilayah jaringan distribusi (WJD), antara lain Semarang, Lampung, Prabumulih, Pasuruan dan Jambi pada tahun ini.
Saat ini, BPH Migas sedang melakukan kajian teknis dan keekonomian sebagai penyempurnaan dokumen untuk melakukan lelang WJD.
Direktur Gas Bumi BPH Migas Umi Asngadah mengatakan, ke lima wilayah tersebut dipilih karena berdekatan dengan sumber gas. Pengambangan infrastruktur gas ini digunakan untuk memenuhi sektor transportasi, industri kecil dan rumah tangga.
“Jalur mana ini yang masih terhambat masih dikaji. Sebenernya sumber gas di Indonesia banyak, tapi belum dapat dimanfaatkan karena terkenadala infrastruktur,” kata dia di Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Menurut dia, lelang WJD dilakukan karena jaringan infrastruktur untuk wilayah Sumatera baru sedikit. Untuk wilayah Jambi hanya ada tiga jaringan pipa yang dikelola oleh Chonocophilips. Sedangkan untuk Prabumulih di Sumatera Selatan hanya ada satu jaringan infrastruktur yang dikelola oleh Pertamina Daerah Operasi Sumatera Bagian Selatan (Pertamina DOH Sumbagsel).
Umi mengatakan, alokasi dana yang diperlukan untuk pembangunan jaringan pipa gas distribusi sebesar Rp1 miliar untuk kajian di masing-masing wilayah lokasi pipa yang akan di bangun. Artinya, dalam mengkaji kelayakan pembangunan pipa di masing-masing lokasi total investasi yang diperlukan sebesar Rp5 miliar.
“Kita butuh informasi-informasi jika ada surplus sebelum di lelangkan untuk penyempurnaan renewable agar bisa dibangun oleh badan usaha. Kita yang siapkan badan usaha nanti yang membangun,” kata dia.
Dia menjelaskan, proyek pipa gas yang akan dilelang tersebut bisa saja satu badan usaha memenangi lebih dari satu proyek karena yang terpenting sesuai dengan persyaratan lelang dan efisien.
“Jadi mana yang paling efisien itulah badan usaha yang akan ditunjuk,” jelasnya.
Setelah ada pemenang lelang kemudian nantinya hanya satu yang bisa menjadi operator di ruas pipa gas di daerah tersebut, sehingga di satu lokasi tidak terdapat lebih dari satu badan usaha. Dia mencontohkan, misalnya ada satu perusahaan yang memenangkan proyek pipa gas di seluruh Semarang, maka hanya perusahaan tersebut yang akan membangun jaringan pipa gas di seluruh Semarang.
“Ini dilakukan supaya tidak terjadi tabrakan antara pipa baru denggan pipa lain. Selain itu, pengawasannya juga lebih enak,” ujar dia.
Saat ini, BPH Migas sedang melakukan kajian teknis dan keekonomian sebagai penyempurnaan dokumen untuk melakukan lelang WJD.
Direktur Gas Bumi BPH Migas Umi Asngadah mengatakan, ke lima wilayah tersebut dipilih karena berdekatan dengan sumber gas. Pengambangan infrastruktur gas ini digunakan untuk memenuhi sektor transportasi, industri kecil dan rumah tangga.
“Jalur mana ini yang masih terhambat masih dikaji. Sebenernya sumber gas di Indonesia banyak, tapi belum dapat dimanfaatkan karena terkenadala infrastruktur,” kata dia di Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Menurut dia, lelang WJD dilakukan karena jaringan infrastruktur untuk wilayah Sumatera baru sedikit. Untuk wilayah Jambi hanya ada tiga jaringan pipa yang dikelola oleh Chonocophilips. Sedangkan untuk Prabumulih di Sumatera Selatan hanya ada satu jaringan infrastruktur yang dikelola oleh Pertamina Daerah Operasi Sumatera Bagian Selatan (Pertamina DOH Sumbagsel).
Umi mengatakan, alokasi dana yang diperlukan untuk pembangunan jaringan pipa gas distribusi sebesar Rp1 miliar untuk kajian di masing-masing wilayah lokasi pipa yang akan di bangun. Artinya, dalam mengkaji kelayakan pembangunan pipa di masing-masing lokasi total investasi yang diperlukan sebesar Rp5 miliar.
“Kita butuh informasi-informasi jika ada surplus sebelum di lelangkan untuk penyempurnaan renewable agar bisa dibangun oleh badan usaha. Kita yang siapkan badan usaha nanti yang membangun,” kata dia.
Dia menjelaskan, proyek pipa gas yang akan dilelang tersebut bisa saja satu badan usaha memenangi lebih dari satu proyek karena yang terpenting sesuai dengan persyaratan lelang dan efisien.
“Jadi mana yang paling efisien itulah badan usaha yang akan ditunjuk,” jelasnya.
Setelah ada pemenang lelang kemudian nantinya hanya satu yang bisa menjadi operator di ruas pipa gas di daerah tersebut, sehingga di satu lokasi tidak terdapat lebih dari satu badan usaha. Dia mencontohkan, misalnya ada satu perusahaan yang memenangkan proyek pipa gas di seluruh Semarang, maka hanya perusahaan tersebut yang akan membangun jaringan pipa gas di seluruh Semarang.
“Ini dilakukan supaya tidak terjadi tabrakan antara pipa baru denggan pipa lain. Selain itu, pengawasannya juga lebih enak,” ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :