Anggota bursa minta pungutan satu pintu

Rabu, 12 Maret 2014 - 19:03 WIB
Anggota bursa minta...
Anggota bursa minta pungutan satu pintu
A A A
Sindonews.com - Pungutan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dipandang sebagai hal yang tidak perlu oleh pelaku industri jasa keuangan.

Direktur AAA Securities, Anita mengatakan, tanpa adanya pungutan dari OJK, anggota bursa (AB) telah dibebani dengan adanya biaya transaksi (levy) yang harus dibayarkan setiap kali terjadi transaksi.

"Kita sudah dipungut levy yang kita iurkan kepada SRO (Self Regulatory Organization/Regulator) yang terima masukan berlebihan. Setiap SRO punya income gede, saya rasa levy juga sudah berlebihan," kata Anita di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/3/2014).

Untuk itu, lanjut dia, ada baiknya pungutan yang terjadi dilakukan lewat satu pintu saja, sehingga menimbulkan beban ganda terhadap pelaku industri jasa keuangan.

"Kita tidak keberatan pada saat misalnya yang terjadi adalah satu pintu. Kita kan sudah ada levy, ambilah dari situ. Jangan lagi beratkan kita (pelaku industri jasa keuangan) dengan iuran-iuran tambahan lain, cukup satu pintu saja," tegasnya.

Pernyataan keberatan terhadap adanya pungutan OJK tersebut, tampaknya tak berlebihan. Pasalnya, BEI menentukan besaran levy sebesar 0,03 persen dari total nilai transaksi yang dibebankan kepada AB.

Selain itu juga ada dana jaminan yang besarnya 0,01 persen dari total nilai tranasksi. Angka ini belum termasuk beban pajak. Beban ini yang harus dibayar para AB sebagai biaya penyelenggara perdagangan. Biaya ini menjadi ancar-ancar AB untuk menentukan beban tranasksi kepada investor.

Jika ada tambahan pungutan dari OJK, maka diasumsikan akan ada beban usaha yang meningkat, maka diperkirakan beban ini akan diteruskan kepada investor.

"Finance tax (pajak keuangan) pemasukan negara pasti sudah gede banget. Jadi maksudnya dengan pungutan ini kondisi industri kita yang sudah susah jadi makin susah, terutama bursa efek dan pasar modal," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
1 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
2 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
4 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
8 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
16 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
16 jam yang lalu
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved