Wall Street berakhir variatif

Kamis, 13 Maret 2014 - 08:58 WIB
Wall Street berakhir...
Wall Street berakhir variatif
A A A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir variatif dipicu sejumlah sentimen dari Ukraina maupun China.

Uni Eropa menyetujui kerangka kerja untuk memberikan sanksi pertama kepada Rusia sejak Perang Dingin lantaran meresepon krisis yang terjadi di Ukraina.

Sementara harga tembaga di London jatuh pada level terendah sejak Juli 2010 di tengah kekhawatiran kredit di China. Harga tembaga anjlok 7,7 persen selama empat sesi perdagangan, sedangkan harga emas di pasar spot melesat ke level tertinggi enam bulan karena sebagai aset safe haven.

"Situasi di Ukraina dan ekonomi China yang melambat akan menjadi masalah, tetapi itu tidak lagi penting. Harga komoditas logam jatuh terkait permintaan. Namun ada dana ritel yang masuk mendukung pasar saham," kata analis Fort Pitt Capital Group Kim Forrest seperti dilansir Reuters, Kamis (13/3/2014).

Perkembangan geopolitik pekan ini di tengah kurangnya sentimen positif dari data kinerja perusahaan besar dan data ekonomi sebagai penggerak pasar.

Saham Herbalife (HLF.N) turun 7,4 persen menjadi USD60,57 dan saham Fannie Mae (FNMA.OB) anjlok 12,2 persen menjadi USD3,54 serta Freddie Mac (FMCC.OB) turun tajam 16,8 persen menjadi USD3,36.

Indeks Dow Jones ditutup turun 11,17 poin atau 0,07 persen ke 16.340,08. Sedangkan S&P 500 naik 0,57 poin atau 0,03 persen ke 1.868,2 dan Nasdaq menguat 16,144 poin atau 0,37 persen menjadi 4.323,332.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
7 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
18 menit yang lalu
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
32 menit yang lalu
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
1 jam yang lalu
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
2 jam yang lalu
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
2 jam yang lalu
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved