Pertamina akan tender BBN 850 ribu KL

Kamis, 13 Maret 2014 - 09:42 WIB
Pertamina akan tender...
Pertamina akan tender BBN 850 ribu KL
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) akan menggelar tender untuk pengadaan bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel atau fatty acid methyl ester (FAME) tahap ketiga untuk pasokan sekitar 850 ribu kiloliter (KL) pada Maret-April 2014.

Nominasi pasokan tersebut terdiri dari 115 ribu KL/tahun di Sumatera, 28 ribu KL/tahun di Nusa Tenggara, 335 ribu KL/tahun di wilayah sebagian Kalimantan dan Sulawesi dan 372 ribu KL/tahun untuk sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

"Tender ini merupakan lanjutan setelah sebelumnya Pertamina memperoleh kepastian pasokan sebanyak 2,4 juta KL dalam dua tahap, dari total kebutuhan sebanyak 5,3 juta KL dalam dua tahun," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.

Sesuai dengan arahan pemerintah, kata Ali Mundakir, Pertamina tetap menggunakan patokan MOPS solar, di mana harga ditetapkan maksimal MOPS dengan mekanisme FoB. Sedikit berbeda dengan tender sebelumnya, mekanisme FoB untuk mengatasi hambatan produsen FAME yang terkendala untuk memasok wilayah Indonesia Timur yang marginal dan permintaan yang rendah.

Namun, untuk besaran biaya transportasi Pertamina mensyaratkan tidak boleh lebih tinggi dari biaya angkut solar Pertamina. Saat ini, status penyiapan sarana dan fasilitas suplai dan distribusi sebagian besar telah rampung. Di wilayah Indonesia Timur ditargetkan dapat selesai pada akhir Juni 2014.

Menurut Ali Mundakir, tender tahap tiga ini untuk memenuhi kebutuhan FAME di 2014 yang mencapai 2.603.732 KL. Diketahui pada pelaksanaan tender pertama dan kedua, Pertamina berhasil mendapatkan FAME 1.752.890 KL. "Sehingga kami masih butuh 580 ribu KL lagi," kata Ali Mundakir.

Sementara itu pada 2015, Pertamina membutuhkan 2.710.673 KL. Adapun hasil pengadaan yang dilakukan melalui tender di tahap pertama dan kedua, Pertamina baru mendapatkan FAME 629.063 KL, sehingga pada 2015 Pertamina masih membutuhkan 2.081.610 KL.

Di tempat yang sama Sekjen Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengharapkan supaya pemerintah mengkaji ulang harga tender FAME mengingat harga minyak sawit mentah sedang naik di bulan ini. Karena saat ini harga biodiesel itu lebih tinggi dari harga MOPS solar.

"Kami meminta agar Kementerian ESDM tetap konsisten memperjuangkan harga indeks BBN yang telah disepakati oleh Tim Harga BBN," kata Paulus.

Saat ini, kapasitas industri biodiesel 5,6 juta KL. Diperkirakan tahun ini utilitasi biodiesel maksimal 3 juta KL.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Langkah Pengembangan...
5 Langkah Pengembangan Bahan Bakar Nabati Jadi Strategi Ketahanan Energi Nasional
Seberapa Hijaukah Bahan...
Seberapa Hijaukah Bahan Bakar Nabati? Awas Klaim Menyesatkan!
Tindak Lanjut B20 India,...
Tindak Lanjut B20 India, Pertamina Akan Kembangkan Bahan Bakar Berbasis Bioenergi
Avtur Berbahan Minyak...
Avtur Berbahan Minyak Sawit Bukan Upaya Sehari, Ini Prosesnya
Menakar Nilai Ekonomis...
Menakar Nilai Ekonomis Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Sawit
Hasilkan Energi Ramah...
Hasilkan Energi Ramah Lingkungan, Legislator Ungkap Urgensi Bangun Pabrik Bioethanol
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved