BEI: Baru mulai, pungutan OJK terasa berat

Kamis, 13 Maret 2014 - 10:38 WIB
BEI: Baru mulai, pungutan...
BEI: Baru mulai, pungutan OJK terasa berat
A A A
Sindonews.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak kepada segenap pelaku industri jasa keuangan untuk memberikan masukan berupa rekomendasi program pengembangan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejalan dengan mulai diberlakukannya pungutan per 1 Maret 2014.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menerangkan, rekomendasi pengembangan program yang dilakukan oleh pelaku industri akan lebih bermanfaat ketimbang hanya memperdebatkan masalah besaran iuran yang dipungut oleh OJK.

"Mungkin alangkah lebih baik kalau pelaku industri itu menyampaikan rekomendasi program seperti apa yang diperlukan untuk pengembangan industri ini sendiri," ujar Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Hoesen menuturkan, untuk saat ini dampak yang ditimbulkan dari pungutan tersebut memang belum terasa lantaran saat ini program yang ditelurkan dari hasil pungutan tersebut sedang berproses.

Dia mengibaratkan hal ini layaknya seseoarang yang sedang mendaki gunung. "Kalau baru mulai memang akan terasa berat karena memang belum sampai di tempat yang bisa dinikmati. Jadi, memang keluhan itu muncul di awal-awal," ujar Hoesen.

Untuk itu, Hoesen mengajak para pelaku industri untuk tidak hanya berfokus pada besaran pungutan tersebut, tetapi juga apa yang akan dihasilkan di masa depan. Karena itu, sekali lagi Hoesen mengajak pelaku industri jasa keuangan untuk menyampaikan usulan program yang produktif demi pertumbuhan jasa keuangan yang lebih agresif di masa depan.

"Karena setiap kebijakan apa pun, itu kan dinamika. Itu memperkaya wawasan kita, mempertajam kita dalam memahami. Saya melihat ini kan pengembangan yang dilakukan tidak bisa big bang, hari ini diterapkan, hari ini dirasakan, kan tetap ada timingnya. Jangan hanya lihat hanya hari ini," tutur dia.

Dalam ketentuan PP No 11/2014 tentang Pungutan oleh OJK disebutkan bahwa lembaga jasa keuangan akan dikenakan beban biaya tahunan sebesar 0,045 persen dari aset. Adapun, beban 0,045 persen baru akan diberlakukan penuh pada 2016 dan untuk saat ini sebesar 0,03 persen.

Sementara, biaya tahunan ini dikenakan dalam rangka pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penelitian OJK. Mengutip dari PP, ada juga manajer investasi yang diharuskan membayar 0,045 persen dari total dana kelolaan.

Sedangkan untuk perusahaan penjamin emisi efek (PEE) dan perantara perdagangan efek (PPE) akan dikenakan 1,2 persen dari pendapatan usaha dan paling sedikit Rp10 juta. Selain itu, untuk emiten akan dikenakan 0,03 persen dari nilai emisi efek atau nilai outstanding.

Bagi emiten, ada ketentuan minimal nilai pungutan, yakni Rp15 juta dan maksimal Rp150 juta. Untuk perusahaan publik akan dikenakan 1,2 persen dari pendapatan usaha atau paling sedikit Rp5 juta.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minta Restu OJK, BEI...
Minta Restu OJK, BEI Siap Gelar Papan New Economy 5 Desember 2022
Seluruh Emiten Ditargetkan...
Seluruh Emiten Ditargetkan Penuhi Ketentuan Free Float 15% di 2029
Iman Rachman Dikabarkan...
Iman Rachman Dikabarkan Jadi Dirut, Intip Susunan Direksi BEI 2022-2026
Ketua OJK Ngaku Tahu...
Ketua OJK Ngaku Tahu Kabar Mundurnya Dirut BEI Iman Rachman dari Youtube
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Resmi! Batas Modal Disetor...
Resmi! Batas Modal Disetor untuk Bursa Efek Naik Tinggi
Berita Terkini
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
34 menit yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
2 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
5 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
14 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
14 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
14 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved