Mendag resmikan pasar Kutowinangun di Kebumen
Kamis, 13 Maret 2014 - 13:40 WIB
Mendag resmikan pasar Kutowinangun di Kebumen
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi hari ini meresmikan PasarTradisional Kutowinangun di Kebumen, yang dibangun dari Dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2013 sebesar Rp15 miliar.
"Kemendag terus berkomitmen untuk merevitalisasi pasar tradisional. Program ini untuk mengubah citra pasar tradisional dari kesan kotor, semrawut, bau, dan gersang menjadi bersih, tertib, nyaman, dan sejuk. Bahkan berdaya saing, selaras tumbuhnya toko modern," kata dia dalam riisnya, Kamis (13/3/2014).
Menurutnya, selama 2011-2013 Kemendag telah merevitalisasi 461 unit pasar. Terdiri dari 53 pasar percontohan dan 408 pasar non-percontohan melalui Dana Tugas Pembantuan Rp1,9 triliun. Sebanyak 44 unit diantaranya sebanyak Rp199 miliar di wilayah Jawa Tengah.
Mendag mengatakan, program revitalisasi pasar tradisional yang dilaksanakan Kemendag melalui Dana Alokasi Khusus dan Tugas Pembantuan juga salah satu upaya mendorong percepatan pembangunan di daerah.
"Pertumbuhan ekonomi di daerah akan memperkuat sektor perdagangan dan meningkatkan daya saing pasar domestik. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan dan kompetisi global yang semakin ketat," jelasnya.
Lutfi mengatakan, Kemendag akan melakukan pendampingan dan memantau kemajuan hasil revitalisasi pasar tersebut. Terutama pasar tradisional yang menjadi percontohan. Sehingga pasar dapat menjadi kebanggaan bagi rakyat sekitarnya.
"Kami akan terus memantau perkembangannya. Namun, tentu saja keberhasilan pelaksanaan program pasar percontohan ini tergantung dari kerja sama sinergis dari seluruh pemangku kepentingan. Baik pemerintah pusat dan Pemda, maupun para pengelola pasar, pedagang, dan konsumen," jelasnya.
Omzet transaksi di pasar tradisional sebelum direvitalisasi dan setelah direvitalisasi mengalami kenaikan rata-rata sebesar 70 persen.
"Kemendag terus berkomitmen untuk merevitalisasi pasar tradisional. Program ini untuk mengubah citra pasar tradisional dari kesan kotor, semrawut, bau, dan gersang menjadi bersih, tertib, nyaman, dan sejuk. Bahkan berdaya saing, selaras tumbuhnya toko modern," kata dia dalam riisnya, Kamis (13/3/2014).
Menurutnya, selama 2011-2013 Kemendag telah merevitalisasi 461 unit pasar. Terdiri dari 53 pasar percontohan dan 408 pasar non-percontohan melalui Dana Tugas Pembantuan Rp1,9 triliun. Sebanyak 44 unit diantaranya sebanyak Rp199 miliar di wilayah Jawa Tengah.
Mendag mengatakan, program revitalisasi pasar tradisional yang dilaksanakan Kemendag melalui Dana Alokasi Khusus dan Tugas Pembantuan juga salah satu upaya mendorong percepatan pembangunan di daerah.
"Pertumbuhan ekonomi di daerah akan memperkuat sektor perdagangan dan meningkatkan daya saing pasar domestik. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan dan kompetisi global yang semakin ketat," jelasnya.
Lutfi mengatakan, Kemendag akan melakukan pendampingan dan memantau kemajuan hasil revitalisasi pasar tersebut. Terutama pasar tradisional yang menjadi percontohan. Sehingga pasar dapat menjadi kebanggaan bagi rakyat sekitarnya.
"Kami akan terus memantau perkembangannya. Namun, tentu saja keberhasilan pelaksanaan program pasar percontohan ini tergantung dari kerja sama sinergis dari seluruh pemangku kepentingan. Baik pemerintah pusat dan Pemda, maupun para pengelola pasar, pedagang, dan konsumen," jelasnya.
Omzet transaksi di pasar tradisional sebelum direvitalisasi dan setelah direvitalisasi mengalami kenaikan rata-rata sebesar 70 persen.
(izz)
Lihat Juga :