Ekspor Sulsel 2013 surplus USD471,35 juta

Jum'at, 14 Maret 2014 - 14:14 WIB
Ekspor Sulsel 2013 surplus...
Ekspor Sulsel 2013 surplus USD471,35 juta
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia Regional I Sulawesi Papua Maluku (Sulampua) merilis jika provinsi Sulsel mengalami surplus ekspor sepanjang 2013 lalu dengan nilai USD471,35 juta.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulampua Suhaedi mengatakan, total sekspor sepanjang 2013 lalu tercatat mencapai USD1,470 miliar atau mengalami pertumbuhan 19,36 persen secara year on year (yoy).

Sementara impor daerah ini, lanjut dia, tercatat sebesar USD999,19 juta dimana penguatan kinerja impor didorong oleh menguatnya impor dari luar negeri. “Surplus ekspor menunjukkan ekonomi Sulsel mengalami akselerasi yang cukup signifikan. Data-data ini kami olah berdasarkan laporan dari kantor bea dan cukai,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, produk industri pengolahan masih menjadi komoditas yang dominan bagi ekspor luar negeri Sulsel. Dimana ekspor komoditas pertanian sebesar USD376 juta, komoditas industri sebesar USD201 juta dan komoditas pertambangan USD19 juta.

Meski demikian, dari total nila ekspor, produk olahan nikel (nikel matte) merupakan komoditas dengan pangsa terbesar yang mengambil lebih dari 50 persen dari total ekspor luar negeri.

“Nikel menguasai 57,76 persen kemudian biji cokelat hingga 11,09 persen menyusul ganggang laut (rumput laut) sebesar 5,72 persen. Sejak 2011, ketiga komoditas ini memang merupakan komoditas ekspor dengan pangsa terbesar,” paparnya.

Khusus impor, pesawat udara dan bagiannya menjadi komoditas dengan nilai terbesar. Impor pesawat Sukhoi yang dibeli dari Rusia tersebut berhasil menggeser komoditas gandum yang biasanya memiliki pangsa terbesar dalam struktur impor luar negeri Sulsel.

Pangsa impor pesawat udara dan gandum tercatat masing-masing sebesar 49,69 persen dan 17,74 persen. Kedua komoditas itu diikuti oleh impor industri lainnya yang mengambil pangsa sebesar 13,42 persen.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
16 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
53 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved