Berdayakan wanita, Microsoft gandeng IWAPI
Minggu, 16 Maret 2014 - 18:19 WIB
Berdayakan wanita, Microsoft gandeng IWAPI
A
A
A
Sindonews.com - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), memperkerjakan sekitar 75-90 persen tenaga kerja domestik khususnya orang dewasa dan wanita.
Sebagai bentuk komitmen perkembangan bisnis Microsoft Indonesia memandang perlu untuk menggandeng wanita-wanita Indonesia, untuk mengembangkan sektor kewirausahaan.
Legal dan Corporate Affairs Director Microsoft Southeast Asia, Astrid Tuminez mengatakan, untuk memberdayakan kaum wanita di Indonesia Microsoft menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Kementrian UMKM RI.
Menurut Dia dipilihnya kaum wanita karena selama ini lebih dari 52 juta UMKM yang ada di Asia Tenggara termasuk Indonesia, kaum wanita memberikan kontribusi yang sangat besar. “UMKM memperkerjakan 75-90 persen tenaga kerja domestik khususnya orang dewasa dan wanita,” katanya.
Hanya saja kata Dia, wanita pengusaha saat ini masih memiliki kontribusi yang rendah terhadap produk domestik bruto di Asia dan ini kurang dari 15 persen.
Dijelaskannya, dengan menggandeng kaum wanita, diharapkan UMKM mampu mandiri dan memiliki daya saing di pasar global. UMKM yang mampu mandiri dan memiliki daya saing akan mampu menjadi penopang perekonomian khususnya di Indonesia.
“Di Negara-negara Asia Tenggara, sektor wirausaha berada di garis depan dalam perputaran ekonomi. Di Thailand contohnya, wanita pengusaha di sektor UMKM sangat berkembang dengan baik dan terus berkembang,” katanya.
Corporate Affairs Director Microsoft Indonesia, Rubben Hattari menambahkan, Microsoft hadir memang melakukan pemberdayaan teknologi informasi bagi wanita pengusaha di Indonesia.
“Kerja sama dengan IWAPI untuk memberdayakan wanita pengusaha Indonesia dengan teknologi informasi,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen perkembangan bisnis Microsoft Indonesia memandang perlu untuk menggandeng wanita-wanita Indonesia, untuk mengembangkan sektor kewirausahaan.
Legal dan Corporate Affairs Director Microsoft Southeast Asia, Astrid Tuminez mengatakan, untuk memberdayakan kaum wanita di Indonesia Microsoft menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Kementrian UMKM RI.
Menurut Dia dipilihnya kaum wanita karena selama ini lebih dari 52 juta UMKM yang ada di Asia Tenggara termasuk Indonesia, kaum wanita memberikan kontribusi yang sangat besar. “UMKM memperkerjakan 75-90 persen tenaga kerja domestik khususnya orang dewasa dan wanita,” katanya.
Hanya saja kata Dia, wanita pengusaha saat ini masih memiliki kontribusi yang rendah terhadap produk domestik bruto di Asia dan ini kurang dari 15 persen.
Dijelaskannya, dengan menggandeng kaum wanita, diharapkan UMKM mampu mandiri dan memiliki daya saing di pasar global. UMKM yang mampu mandiri dan memiliki daya saing akan mampu menjadi penopang perekonomian khususnya di Indonesia.
“Di Negara-negara Asia Tenggara, sektor wirausaha berada di garis depan dalam perputaran ekonomi. Di Thailand contohnya, wanita pengusaha di sektor UMKM sangat berkembang dengan baik dan terus berkembang,” katanya.
Corporate Affairs Director Microsoft Indonesia, Rubben Hattari menambahkan, Microsoft hadir memang melakukan pemberdayaan teknologi informasi bagi wanita pengusaha di Indonesia.
“Kerja sama dengan IWAPI untuk memberdayakan wanita pengusaha Indonesia dengan teknologi informasi,” tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :