Wall Street berakhir menguat

Selasa, 18 Maret 2014 - 08:52 WIB
Wall Street berakhir...
Wall Street berakhir menguat
A A A
Sindonews.com - Indeks saham Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir menguat karena meredanya kekhawatiran situasi di Krimea dan data ekonomi yang membaik.

Hasil referendum menyatakan bahwa sebanyak 97 persen suara di Krimea memilih mendukung pemisahan dari Ukraina. Merespon hal ini, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Rusia dan pejabat Krimea yang terlibat dalam perebutan wilayah tersebut. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dektrit mengakui wilayah Krimea sebagai negara merdeka.

Ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia membebani pasar saham pada pekan lalu. Sementara awal pekan ini, sektor yang sensitif terhadap ekonomi memimpin penguatan, diikuti sektor teknologi.

Sektor teknologi menguat 1,3 persen. Saham Google Inc (GOOG.O) naik 1,6 persen menjadi USD1,192.10 sedangkan General Electric Co (GE.N) naik 1,3 persen menjadi USD25,43.

"Ini semacam penguatan karena tidak ada kejutan negatif di Ukraina. Yang terjadi adalah apa yang diharapkan," kata Senior Vice President and Senior Equity Manager for National Penn Investors Trust Company Terry Morris seperti dilansir Reuters, Selasa (18/3/2014).

Sementara tren saat ini, kalangan investor menggunakan pelemahan di saham sebagai kesempatan membeli. Indeks utama tidak mengalami koreksi lanjutan dalam lebih dari satu tahun.

Indeks Dow Jones berakhir naik 181,55 poin atau 1,13 persen ke 16.247,22; S&P 500 menguat 17,7 poin atau 0,96 persen ke 1.858,83 dan Nasdaq bertambah 34,552 poin atau 0,81 persen ke 4.279,95.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
6 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
17 menit yang lalu
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
32 menit yang lalu
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
1 jam yang lalu
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
2 jam yang lalu
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
2 jam yang lalu
Infografis
Kontrak di Tokyo Verdy...
Kontrak di Tokyo Verdy Akan Berakhir, Ini 3 Calon Klub Baru Arhan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved