Industri logistik RI diprediksi tumbuh 14,7%
Selasa, 18 Maret 2014 - 14:22 WIB
Industri logistik RI diprediksi tumbuh 14,7%
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan konsultan kelas dunia, Frost & Sullivan memprediksikan industri logistik Indonesia akan tumbuh sekitar 14,7 persen dan mencapai Rp1,816 triliun di 2014. Hal ini karena pertumbuhan di sektor jasa serta peningkatan konsumsi pribadi rumah tangga.
"Industri logistik Indonesia akan mengalami pertumbuhan 14,7 persen menjadi Rp1,816 triliun pada 2014, dibanding perkiraan Rp1,583 triliun setahun yang lalu," ungkap Vice President Global, Transportation & Logistics Practice, Frost&Sullivan, Gopal R di Mid Plaza, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Gopal mengatakan, kunci pertumbuhan terdapat pada indikator makroekonomi seperti PDB, pertumbuhan ekonomi dan paritas daya beli yang kemudian mendorong konsumsi pribadi yang meningkatkan volume perdagangan dan nilai, sehingga mampu mendukung distribusi barang.
"Pertumbuhan dalam perdagangan internasional akan mendorong integrasi regional, menghilangkan hambatan perdagangan, ditambah dengan kenaikan tingkat containerization dan kunci ekspansi pada drivers eksternal dari industri seperti ekonomi, demografi dan konsumer, yang pada gilirannya akan menyebabkan tingginya permintaan untuk transportasi," tambahnya.
Dalam kelas menengah, lanjutnya, pendapatan akan mendorong permintaan atas barang yang pada gilirannya memicu permintaan transportasi.
"Industri logistik Indonesia akan mengalami pertumbuhan 14,7 persen menjadi Rp1,816 triliun pada 2014, dibanding perkiraan Rp1,583 triliun setahun yang lalu," ungkap Vice President Global, Transportation & Logistics Practice, Frost&Sullivan, Gopal R di Mid Plaza, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Gopal mengatakan, kunci pertumbuhan terdapat pada indikator makroekonomi seperti PDB, pertumbuhan ekonomi dan paritas daya beli yang kemudian mendorong konsumsi pribadi yang meningkatkan volume perdagangan dan nilai, sehingga mampu mendukung distribusi barang.
"Pertumbuhan dalam perdagangan internasional akan mendorong integrasi regional, menghilangkan hambatan perdagangan, ditambah dengan kenaikan tingkat containerization dan kunci ekspansi pada drivers eksternal dari industri seperti ekonomi, demografi dan konsumer, yang pada gilirannya akan menyebabkan tingginya permintaan untuk transportasi," tambahnya.
Dalam kelas menengah, lanjutnya, pendapatan akan mendorong permintaan atas barang yang pada gilirannya memicu permintaan transportasi.
(gpr)
Lihat Juga :