Wall Street awal pekan berakhir terkoreksi

Selasa, 25 Maret 2014 - 08:47 WIB
Wall Street awal pekan...
Wall Street awal pekan berakhir terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir terkoreksi dipimpin saham sektor teknologi dan biotek.

Saham Netflix Inc (NFLX.O) merosot 6,7 persen menjadi USD378,90, saham Facebook Inc (FB.O) anjlok 4,7 persen menjadi USD64,10 dan TripAdvisor Inc (TRIP.O) melemah 3,9 persen menjadi USD97,58. Ketiga saham teknologi ini telah meningkat signifikan pada tahun lalu.

Sementara indeks Nasdaq bioteknologi (NBI), yang melonjak 66 persen pada tahun lalu, turun 3 persen. Selama empat sesi perdagangan, indeks biotek turun 9 persen. Pada akhir pekan lalu, indeks ini mengalami koreksi terburuk sejak Oktober 2011.

"Saham biotek sudah menguat selama beberapa bulan terakhir, jadi penurunan ini merupakan koreksi sehat," kata analis senior di Key Private Bank Mark D' Cruz seperti dilansir Reuters, Selasa (25/3/2014).

Kekhawatiran memanasnya krisis Ukraina membuat investor melakukan aksi ambil untung terhadap saham-saham favorite. Ukraina mengumumkan evakuasi pasukannya dari Krimea setelah Rusia mencaplok wilayah tersebut.

Sementara beberapa perusahaan Amerika Serikat memiliki eksposur ke wilayah tersebut. Hal ini membuat investor mengkhawatirkan dampaknya terhadap ekonomi. Atas kondisi itu, Presiden AS Barack Obama telah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa sekutu politik dan bisnis Presiden Rusia Vladimir Putin.

Indeks Dow Jones turun 26,08 poin atau 0,16 persen menjadi 16.276,69; S&P 500 turun 9,08 poin atau 0,49 persen menjadi 1.857,44; Nasdaqtergerus 50,403 poin atau 1,18 persen menjadi 4.226,385.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
36 menit yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
1 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
2 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
2 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
2 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved