DBS yakin investasi RI membaik semester II/2014
Rabu, 26 Maret 2014 - 15:19 WIB
DBS yakin investasi RI membaik semester II/2014
A
A
A
Sindonews.com - Ekonom Bank DBS Gundy Cahyadi meyakini pertumbuhan investasi di Indonesia akan membaik pada semester II/2014. Pemulihan rupiah mengembalikan kepercayaan yang dibutuhkan para pebisnis dan akan meningkatkan prospek pertumbuhan investasi.
Hal itu ditambah dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang kuat, pemulihan dalam pembelanjaan investasi akan membentuk dasar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada akhir tahun ini.
"Sementara ini, kita mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB 2014 sebesar 6,0 persen yoy (year on year)," ungkap Gundy saat diskusi paparan ekonomi di kantornya, Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Lebih jauh Gundy menyebutkan bahwa ada tanda-tanda pemulihan investasi yang sudah terjadi pada awal tahun ini. Impor barang modal misalnya, dia menuturkan, berhasil meningkatkan pertumbuhan sebesar 0,9 persen secara tahunan pada bulan Januari.
"Tidak ada perubahan besar, tapi setidaknya penurunan tahun lalu tampaknya telah tertahan," imbuh Gundy.
Pandangan ini tetap dipertahankan, walaupun DBS melihat tanda-tanda bahwa pertumbuhan kredit dapat berkurang tahun ini, dari rata-rata 23 persen pada 2010 hingga 2013 menjadi sekitar 15 persen. Hal ini karena Bank Indonesia (BI) telah menginformasikan kepada bank-bank komersial untuk mengurangi pertumbuhan kredit mereka.
Sebagian besar perlambatan akan terlihat pada semester II/2014 ketika dampak dari kenaikan suku bunga tahun lalu akan menjadi jelas. Dia memaparkan, pertumbuhan investasi yang membaik merupakan pandangan ekonomi utama DBS tahun ini dan pertumbuhan stabilitas rupiah menjadi pandangan yang mendukung hal tersebut. Selain itu, resiko di sektor poltik juga tidak terlalu besar memberi imbas.
"Namun, pandangan kami atas menurunnya proyeksi pertumbuhan PDB dapat muncul jika ke depannya ada perubahan lain dalam sentimen pasar terhadap rupiah," pungkasnya.
Hal itu ditambah dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang kuat, pemulihan dalam pembelanjaan investasi akan membentuk dasar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada akhir tahun ini.
"Sementara ini, kita mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB 2014 sebesar 6,0 persen yoy (year on year)," ungkap Gundy saat diskusi paparan ekonomi di kantornya, Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Lebih jauh Gundy menyebutkan bahwa ada tanda-tanda pemulihan investasi yang sudah terjadi pada awal tahun ini. Impor barang modal misalnya, dia menuturkan, berhasil meningkatkan pertumbuhan sebesar 0,9 persen secara tahunan pada bulan Januari.
"Tidak ada perubahan besar, tapi setidaknya penurunan tahun lalu tampaknya telah tertahan," imbuh Gundy.
Pandangan ini tetap dipertahankan, walaupun DBS melihat tanda-tanda bahwa pertumbuhan kredit dapat berkurang tahun ini, dari rata-rata 23 persen pada 2010 hingga 2013 menjadi sekitar 15 persen. Hal ini karena Bank Indonesia (BI) telah menginformasikan kepada bank-bank komersial untuk mengurangi pertumbuhan kredit mereka.
Sebagian besar perlambatan akan terlihat pada semester II/2014 ketika dampak dari kenaikan suku bunga tahun lalu akan menjadi jelas. Dia memaparkan, pertumbuhan investasi yang membaik merupakan pandangan ekonomi utama DBS tahun ini dan pertumbuhan stabilitas rupiah menjadi pandangan yang mendukung hal tersebut. Selain itu, resiko di sektor poltik juga tidak terlalu besar memberi imbas.
"Namun, pandangan kami atas menurunnya proyeksi pertumbuhan PDB dapat muncul jika ke depannya ada perubahan lain dalam sentimen pasar terhadap rupiah," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :