Wall Street terkoreksi lagi dipicu sektor perbankan

Jum'at, 28 Maret 2014 - 08:35 WIB
Wall Street terkoreksi...
Wall Street terkoreksi lagi dipicu sektor perbankan
A A A
Sindonews.com - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat kembali ditutup terkoreksi, dengan sektor perbankan dan teknologi memimpin pelemahan.

Indeks acuan S&P 500 berbalik hampir datar sepanjang tahun setelah jatuh hampir 1 persen pada pekan ini karena banyaknya aksi jual di pasar saham.

"Saham sektor teknologi dan berkapitalisasi kecil mengalami penurunan, meski tidak securam awal pekan ini, namun kelemahan terus terjadi di sektor ini dan membuat investor menjadi lebih berhati-hati karena mereka terus menarik dananya dari pasar saham," kata analis Schaeffer` s Investment Research Ryan Detrick seperti dilansir Reuters, Jumat (28/3/2014).

Saham Citigroup Inc (CN) mengalami koreksi tajam dan menjadi penurunan harian terbesar sejak November 2012. Saham Citigroup (CN) anjlok 5,4 persen menjadi USD47,45. Ini memicu indeks S&P 500 jatuh sehari setelah the Fed menolak rencana modal bank. sektor keuangan di indeks S&P gugur 0,6 persen dan menjadi sektor dengan performa terburuk.

Saham Zions Bancorp (ZION.O) turun 1,2 persen menjadi USD29,83. Sementara saham Google Inc (GOOG.O) melemah 1,6 persen menjadi USD1,114.28, Microsoft (MSFT.O) turun 1,1 persen menjadi USD39,36 dan Amazon.com (AMZN.O) turun 1,4 persen menjadi USD338,47.

Indeks Dow Jones berakhir merosot 4,76 poin atau 0,03 persen menjadi 16.264,23; indeks S&P 500 kehilangan 3,52 poin atau 0,19 persen menjadi 1.849,04 dan Nasdaq turun 22,346 poin atau 0,54 persen menjadi 4.151,232.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
21 menit yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
1 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
1 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
2 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
2 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Harus Siap Bentrokan...
Rusia Harus Siap Bentrokan Langsung dengan NATO 10 Tahun Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved