S&P 500 cetak rekor dipicu data pekerja

Kamis, 03 April 2014 - 08:55 WIB
S&P 500 cetak rekor...
S&P 500 cetak rekor dipicu data pekerja
A A A
Sindonews.com - Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir positif. Indeks S&P 500 berakhir pada rekor baru didukung data pekerja sektor swasta di Amerika Serikat (AS).

Hal itu menunjukkan membaiknya ekonomi AS. Investor lebih fokus pada data pekerja dari pemerintah karena menjadi salah satu indikator ekonomi AS.

Laporan tenaga kerja sektor swasta menunjukkan ada tambahan 200 ribu pekerja pada bulan Maret. Ini merupakan kenaikan tertinggi dalam empat bulan terakhir.

"Ada posisi menjelang laporan pekerja dan ada uang yang masuk pada akhir kuartal, sehingga ada kecenderungan menguat," kata Senior Vice President BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dilansir dari Reuters, Kamis (3/4/2014).

Adapun pesanan untuk barang manufaktur melonjak 1,6 persen pada Februari dan merupakan kenaikan terbesar sejak September. Angka ini di atas perkiraan 1,2 persen.

Delapan dari 10 sektor di indeks S&P 500 berakhir positif, dipimpin sektor konsumen yang menguat 0,7 persen.

Indeks Dow Jones berakhir naik 40,39 poin atau 0,24 persen menjadi 16.573; indeks S&P 500 menguat 5,38 poin atau 0,29 persen menjadi 1.890,90 dan Nasdaq bertambah 8,416 poin atau 0,20 persen menjadi 4.276,456.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
2 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
3 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
3 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
4 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
4 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
4 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Irak vs...
Head to Head Irak vs Indonesia, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved