Dijual, Bank Mutiara tetap kena pungutan OJK

Kamis, 03 April 2014 - 16:29 WIB
Dijual, Bank Mutiara...
Dijual, Bank Mutiara tetap kena pungutan OJK
A A A
Sindonews.com - Deputi Komisioner Manajemen Strategis 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Harti Haryani mengungkapkan, untuk sektor jasa keuangan yang akan melakukan pengambilalihan perusahaan terbuka seperti PT Bank Mutiara Tbk akan tetap dikenakan tarif pungutan OJK di 2014.

"Di sini ada yang akuisisi perusahaan terbuka, itu akan kena juga. Kalau bank sendiri akan kena untuk bank juga," ungkapnya dalam konferensi pers di jakarta, Kamis (3/4/2014).

Tarif pungutan yang akan dikenakan pada Bank Mutiara adalah sebesar Rp16.666.667 atau sekitar Rp16,6 juta di 2014. Sedangkan untuk 2015 dan tahun-tahun berikutnya akan dikenakan tarif pungutan sebesar Rp25 juta.

"Yang bayar ya Bank Mutiara, kalau mereka enggak sanggup maka yang bayar ya yang mengakuisisi itu," tandasnya.

Seperti diketahui, OJK telah mengeluarkan peraturan dan surat edaran terkait Pungutan OJK kepada pelaku sektor jasa keuangan, sebagai tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2014 tentang Pungutan Oleh OJK.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Beberkan Kelemahan...
OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Modal Naik Jadi Rp3...
Modal Naik Jadi Rp3 Triliun, Kesempatan Bank Besar Akuisisi Bank Kecil
OJK Cabut Izin Usaha...
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Gotong Royong Subang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
57 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved