Aturan Pemilu 2014 rugikan pengusaha atribut partai

Jum'at, 04 April 2014 - 13:09 WIB
Aturan Pemilu 2014 rugikan...
Aturan Pemilu 2014 rugikan pengusaha atribut partai
A A A
Sindonews.com - Pengusaha konveksi dan atribut partai di Pasar Senen, Jakarta mengungkapkan, pesanan atribut kampanye untuk pemilu tahun ini menurun drastis dibanding pemilu 2009.

Pemilik usaha percetakan Sheraton yang terletak di Blok III Proyek Senen, Syamsudin mengatakan, dirinya justru mengalami kerugian pada momen pemilu 2014.

"Rugi banyak saya, barang nggak ada yang keluar. Dulu (2009) orang bebas memajang terus bebas pawai. Sekarang orang nggak boleh pajang, nggak boleh pawai. Jadi orang partai nggak banyak belanja lagi. Malah sudah dibikinkan barang banyak-banyak nggak ada yang beli," ungkapnya kepada Sindonews, Jumat (4/4/2014).

Pihaknya mengeluhkan peraturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang kampanye di tempat umum atau pawai seperti pada Pemilu 2009. Menurutnya, peraturan tersebut terlalu tergesa-gesa dan tidak disosialisasikan jauh hari kepada masyarakat.

"Peraturannya itu tidak dibikin jauh-jauh hari. Kita sudah persiapkan. Kalau 2009, barangnya banyak yang sampai tidak cukup. Kita pun keteteran. Sekarang sudah dipersiapkan malah nggak ada yang beli. Ada peraturan KPU," jelas dia.

Karena itu, dia berharap ke depan pemerintah tidak begitu mudah untuk merubah peraturan. Selain itu, hendaknya peraturan baru disosialisasikan kepada masyarakat, agar pengusaha kecil tidak merasa dirugikan.

"Kita di Indonesia ini sebentar-sebentar berubah peraturan. Jadi belum pasti peraturan yang satu, sudah diubah lagi. Terkadang waktunya dekat baru diubah. Harapan saya jauh-jauh hari peraturan itu dibikin. Biar kita, pengusaha kecil enggak kaget dan bisa menyiapkan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved