Pendapatan pengusaha percetakan anjlok

Jum'at, 04 April 2014 - 14:18 WIB
Pendapatan pengusaha...
Pendapatan pengusaha percetakan anjlok
A A A
Sindonews.com - Menjelang pemilihan umum 2014, pengusaha reklame dan percetakan yang terletak di bilangan Senen, Jakarta Pusat justru mengalami kerugian.

Pasalnya, larangan kampanye dengan konvoi dan pawai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakibatkan para calon legislatif enggan menghabiskan dana kampanyenya untuk membuat atribut kampanye dalam jumlah besar.

Syamsudin, pengusaha percetakan dan reklame di Blok III Proyek Senen mengaku telah mengalami penurunan pendapatan lantaran partai-partai yang berebut kursi legislatif tidak memesan atribut kampanye seperti pemilu 2009.

"Untuk sekarang nggak ada untungnya, partai pada enggak belanja lagi. Malah sudah dibikin dari jauh-jauh hari enggak ada yang beli. Rugi saya," ujarnya kepada Sindonews, Jumat (4/4/2014).

Dia mengatakan, ketika pemilu 2009 percetakannya bisa kebanjiran order dan mendapat untung berlipat. Bahkan menurutnya, dengan untung dari hasil usahanya itu bisa untuk membiayai dua anaknya kuliah.

"Bedanya jauh sekali. Kalau dulu selama partai berjalan, mungkin bisa kasih anak kuliah dua orang. Kalau sekarang untuk satu orang saja enggak bisa dikuliahkan. Peraturan mendadak, terus tidak disosialisasikan kepada masyarakat dulu," ujarnya.

Saat ini, kata dia, yang banyak dipesan partai hanya kartu nama, kalender, dan stiker. Padahal di pemilu 2009, dia mengaku kebanjiran order untuk kaos, bendera, dan jaket.

"Kalo sekarang yang pesan aja. Stiker, kartu nama, sama kalender yang banyak. Kalau kaos ada yang pesan tapi enggak banyak, paling cuma 100 atau 200 potong. Enggak jalan saya, bukan saya saja sebenarnya. Anda lihat sendiri kan toko-toko yang lain juga sepi order," tuturnya.

Namun, ketika ditanya berapa jumlah kerugian yang ditaksir, dia mengaku belum bisa menjawab. Karena masih akan dilihat beberapa hari ke depan setelah pemilu.

"Saya belum tahu, barang belum dihitung. Tapi barangnya bertumpuk, misalnya nanti pemilu sudah selesai ya tidak laku lagi. Tapi begini, ini kan barang jasa. Kalau orang pesan kaos kita beli kaos terus kita sablon, orang beli bendera kita beli kain terus kita sablon," pungkas Syamsudin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
6 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
7 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
7 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
9 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
9 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
11 jam yang lalu
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved