Meraup untung besar dari usaha reklame dan percetakan

Minggu, 06 April 2014 - 12:55 WIB
Meraup untung besar...
Meraup untung besar dari usaha reklame dan percetakan
A A A
BISNIS percetakan dan reklame kian menjamur di ibukota. Terlebih saat momen pemilihan umum (pemilu) seperti saat ini. Banyak masyarakat yang banting stir menjadi pengusaha percetakan lantaran tergiur dengan untung yang berlipat.

Namun, membuka bisnis dadakan bukan menjadi kebiasaan lelaki paruh baya ini. Syamsudin, telah malang melintang dalam dunia usaha kecil ini sejak 1975, dan kini dia telah merasakan usaha percetakan tersebut dapat menghidupi dan membiayai sekolah anak dan cucunya.

"Wah, saya usaha kayak gini belum lama, baru dari 1975," ucapnya kepada Sindonews di kiosnya di blok III Proyek Senen, baru-baru ini.

Dia menceritakan, pada awalnya hanya pedagang kaki lima yang menjual sepatu dan baju di pinggiran ibukota. Namun berkat kegigihan dan semangatnya, saat ini dia sudah memiliki lebih dari tiga kios percetakan yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat dengan jumlah karyawan mencapai 29 orang.

"Kalau saya, sekarang hanya mandorin saja. Yang kerja sekarang anak-anak. Kerjanya kalau lagi ramai bisa 24 jam dengan shift karyawan. Saya punya tempat sablon di Sentiong, Cengkareng, Jembatan Lima, dan buka juga di rumah saya di Rawamangun," ungkapnya.

Menurut Syamsudin, usahanya ini telah membuatnya sanggup untuk membiayai keempat anaknya hingga bangku kuliah. Bahkan saat ini, seluruh keluarganya ikut terjun dalam usaha percetakan ini.

"Anak cucu saya sudah ikut reklame semua. Menantu saya juga ikut ke sini. Dia sudah ada yang jadi pegawai bank, jadi guru agama, jadi dosen, mereka mengundurkan diri terus ikut terjun ke sini," ucapnya seraya tertawa.

Hingga saat ini, dia mengaku telah menerima pesanan dari seluruh Indonesia, untuk produk seperti baju, jas, stiker, bendera, pin, tas, dan lain-lain. Namun, sayangnya dia enggan menyebutkan berapa omzet yang didapatkan dari usahanya ini.

"Kalau kaos itu per lembar Rp9 ribu kalau pesanan di atas Rp10.000 lembar, kalau bendera yang kecil Rp3.500. Ini kan barang jasa, kalau orang pesan kaos kita beli kaos terus kita sablon. Kalau orang beli bendera kita beli kain terus kita sablon. Ya jadi enggak banyak-banyak banget. Yang penting cukup buat makan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kisah Inspiratif UMKM...
Kisah Inspiratif UMKM Berkembang Pesat
Kisah Inspiratif, Buruh...
Kisah Inspiratif, Buruh Pabrik Telaten Kembangkan Usaha Telur Puyuh yang Berbuah Cuan
Kisah Sipetek Food,...
Kisah Sipetek Food, Banting Setir Karyawan Migas Jadi Pengepul Sampah Ikan Beromzet Ratusan Juta
Kisah Mantan Karyawan...
Kisah Mantan Karyawan Toko Jadi Pengusaha Batik hingga Go Global
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Kisah Pengusaha UMKM...
Kisah Pengusaha UMKM Berkelit dari Himpitan Wabah Corona
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
24 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
29 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
45 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
47 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
50 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
51 menit yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved