Pengembangan ekspor ikan hias masih lemah

Senin, 07 April 2014 - 19:22 WIB
Pengembangan ekspor...
Pengembangan ekspor ikan hias masih lemah
A A A
Sindonews.com - Pengembangan ikan hias untuk ekspor saat ini dinilai masih kurang optimal, karena data dan statistik ikan hias belum mendukung.

"Salah satu faktor yang mengakibatkan kurang optimalnya pengembangan ikan hias, dikarenakan ketersediaan data dan statistik ikan hias yang belum mendukung dan perlu diharmonisasikan," jelas Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP), Suseno Sukoyono dalam konferensi pers di Gedung Mina Bahari, Senin (7/4/2014).

Menurutnya, data dan statistik tersebut salah satunya mengenai adanya dua macam satuan ikan yang dipakai. Yakni, satuan kilogram (kg) untuk pengisian Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) serta satuan ekor untuk pengisian sertifikat kesehatan ikan.

PEB merupakan dokumen utama dalam perdagangan, maka Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menjadikan data statistik perdagangan ikan hias, juga menggunakan satuan kg sesuai yang dipakai PEB. Namun, untuk menunjukkan volume ikan hias pada transaksi perdagangan yang terjadi di lapangan menggunakan satuan ekor.

Peran BPS sendiri sangat diperlukan dalam hal ini, terkait perlunya harmoniasi data tersebut. Karena, mengingat data yang dikeluarkan BPS digunakan sebagai data rujukan yang valid bagi semua pihak.

Hal ini sesuai tugas BPS dibidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan dan fungsinya yang meliputi pengkajian, penyusunan, dan perumusan kebijakan di bidang statistik. Termasuk, pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional, penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar.

Selain itu, juga terkait penetapan sistem statistik nasional, pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kegiatan statistik, serta penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum. Kemudian, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan dan rumah tangga.

Pengembangan data ekspor ini sangat penting untuk mengetahui jumlah ekspor ikan hias yang terhitung saat ini. "Kita masih melakukan penyempurnaan pendataan mengenai ikan hias di pelosok-pelosok, di prospek-prospek produksi ikan hias, kita akan mendapat data yang lebih baik lagi," pungkas Suseno
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
23 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved