Ikut MIHAS, Kemendag bidik pasar produk halal dunia
Rabu, 09 April 2014 - 13:43 WIB
Ikut MIHAS, Kemendag bidik pasar produk halal dunia
A
A
A
Sindonews.com - Dalam upaya merambah pasar produk halal dunia, Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut berpartisipasi pada Malaysia Internasional Halal Showcase (MIHAS) 2014 pada 9-12 April 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Sebagai salah satu produsen produk halal terbesar dunia, partisipasi Kemendag diharapkan dapat memantapkan posisi Indonesia di pasar global. Terlebih ketika konsumen dunia mulai melirik produk halal," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Nus Nuzulia Ishak dalam rilisnya, Rabu (9/4/2014).
Produk makanan olahan, kata dia, masuk dalam salah satu dari 10 produk utama yang diharapkan mengalami pertumbuhan ekspor sebesar 10,5-11,5 persen dengan nilai ekspor USD4,9 miliar hingga USD5 miliar.
Hal tersebut tertuang dalam target ekspor 2014. Di mana, produk nonmigas diharapkan memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 5,5-6,5 persen yang terdiri dari 10 produk utama, 10 produk potensial, dan 5 produk nonmigas lainnya.
Pada tahun lalu, MIHAS yang merupakan pameran dagang internasional dengan fokus pada produk halal diikuti 463 exhibitor dari 30 negara dan dikunjungi 18.223 pengunjung dari 65 negara. Lebih dari 69 persen pengunjung adalah trade buyers dan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman dari negara-negara anggota ASEAN.
Kemendag melalui Ditjen PEN menampilkan paviliun Indonesia bertemakan Trade with Remarkable Indonesia dan memfasilitasi 20 pengusaha yang bergerak di bidang produk halal, baik makanan dan minuman serta kosmetik.
Sementara, produk-produk yang ditampilkan antara lain kopi, jamu, bumbu instan Indonesia, minuman kesehatan, biosea beauty, susu cair, kosmetik, tepung terigu, makanan ringan, rendang daging, makanan kesehatan, permen, ikan kaleng, teh dalam kemasan botol, bakpia, dan makanan ringan kacang.
Untuk mengoptimalkan partisipasi Indonesia pada MIHAS 2014, Kemendag bekerja sama dengan KBRI dan Atase Perdagangan (Atdag) di Kuala Lumpur akan menyelenggarakan one on one business matching antara peserta Indonesia dengan importir setempat pada hari kedua pelaksanaan pameran.
Sebelumnya, daftar calon mitra/importir telah disiapkan Atdag dan menjalin komunikasi dengan para peserta. Selain Kemendag, partisipasi Indonesia pada MIHAS tahun ini juga akan diikuti Kementerian Koperasi dan UKM serta Dinas Kabupaten Bintan yang akan mengisi 30 stan dalam satu kesatuan paviliun dengan desain spesial.
"Dengan seringnya produk halal Indonesia diperkenalkan di berbagai kesempatan, semoga dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Tentu saja karena Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, yakni mencapai 86,1 persen," pungkasnya.
"Sebagai salah satu produsen produk halal terbesar dunia, partisipasi Kemendag diharapkan dapat memantapkan posisi Indonesia di pasar global. Terlebih ketika konsumen dunia mulai melirik produk halal," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Nus Nuzulia Ishak dalam rilisnya, Rabu (9/4/2014).
Produk makanan olahan, kata dia, masuk dalam salah satu dari 10 produk utama yang diharapkan mengalami pertumbuhan ekspor sebesar 10,5-11,5 persen dengan nilai ekspor USD4,9 miliar hingga USD5 miliar.
Hal tersebut tertuang dalam target ekspor 2014. Di mana, produk nonmigas diharapkan memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 5,5-6,5 persen yang terdiri dari 10 produk utama, 10 produk potensial, dan 5 produk nonmigas lainnya.
Pada tahun lalu, MIHAS yang merupakan pameran dagang internasional dengan fokus pada produk halal diikuti 463 exhibitor dari 30 negara dan dikunjungi 18.223 pengunjung dari 65 negara. Lebih dari 69 persen pengunjung adalah trade buyers dan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman dari negara-negara anggota ASEAN.
Kemendag melalui Ditjen PEN menampilkan paviliun Indonesia bertemakan Trade with Remarkable Indonesia dan memfasilitasi 20 pengusaha yang bergerak di bidang produk halal, baik makanan dan minuman serta kosmetik.
Sementara, produk-produk yang ditampilkan antara lain kopi, jamu, bumbu instan Indonesia, minuman kesehatan, biosea beauty, susu cair, kosmetik, tepung terigu, makanan ringan, rendang daging, makanan kesehatan, permen, ikan kaleng, teh dalam kemasan botol, bakpia, dan makanan ringan kacang.
Untuk mengoptimalkan partisipasi Indonesia pada MIHAS 2014, Kemendag bekerja sama dengan KBRI dan Atase Perdagangan (Atdag) di Kuala Lumpur akan menyelenggarakan one on one business matching antara peserta Indonesia dengan importir setempat pada hari kedua pelaksanaan pameran.
Sebelumnya, daftar calon mitra/importir telah disiapkan Atdag dan menjalin komunikasi dengan para peserta. Selain Kemendag, partisipasi Indonesia pada MIHAS tahun ini juga akan diikuti Kementerian Koperasi dan UKM serta Dinas Kabupaten Bintan yang akan mengisi 30 stan dalam satu kesatuan paviliun dengan desain spesial.
"Dengan seringnya produk halal Indonesia diperkenalkan di berbagai kesempatan, semoga dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Tentu saja karena Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, yakni mencapai 86,1 persen," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :