Pembebasan bea masuk kakao 'bunuh' petani lokal

Kamis, 10 April 2014 - 18:05 WIB
Pembebasan bea masuk...
Pembebasan bea masuk kakao 'bunuh' petani lokal
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Petani Indonesia (Gapi) Achmad Yakub mengatakan, usulan pembebasan bea masuk bagi impor kakao akan membunuh petani lokal. Pasalnya, petani kakao lokal seakan tidak mendapat perlindungan dari pemerintah.

"Pembebasan pajak akan membunuh petani lokal. Intinya kan perlindungan petani lokal itu melalui bea masuk, pengurangan pajak penjualan bagi petani dan berupa insentif dari dalam negeri. Bila itu di nol-kan bagaimana nasib petani," ungkapnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (10/4/2014).

Dia menuturkan, jika pembebasan bea masuk tersebut jadi dicanangkan, maka akan ada produk kakao dari luar yang akan masuk secara ekspansif dan akan mengganggu stabilitas harga nasional. Kemudian akan berdampak pada produsen lokal, yang dalam hal ini petani rakyat.

"Ini juga akan mengancam gairah petani untuk menanam, ada kemungkinan konversi lahan menjadi komoditi lain, seperti sawit atau lainnya. Itu bahaya sekali. Pembebasan pajak akan membunuh petani lokal.

Dia mengatakan, alasan pemerintah mengusulkan kebijakan itu karena supply nasional kurang untuk memenuhi kebutuhan pabrik nasional. Karena itu, bukan pembebasan bea masuk yang seharusnya dilakukan.

"Nah ini yang harusnya ada strategi menengah-panjang mempertemukan antara produsen kakao dengan pabrik-pabrik yang membutuhkan kakao. Jangan langsung mekanisme perlindungannya dicabut, kalau gitu, saya juga bisa," tandas Yakub.

Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah sepakat untuk mengusulkan pembebasan bea masuk bagi impor kakao. Usulan tersebut tinggal menunggu persetujuan Kementerian Pertanian untuk kemudian diajukan kepada Kementerian Keuangan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laju Ekspor Biji Kakao...
Laju Ekspor Biji Kakao Sulsel Tetap Kencang di Masa Pandemi Covid-19
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Harga Kakao Turun di...
Harga Kakao Turun di Tingkat Petani
Platform Webtoon Berstandar...
Platform Webtoon Berstandar Internasional ‘Kakao Webtoon’ Diluncurkan di Indonesia
Tingkatkan Nilai Produk...
Tingkatkan Nilai Produk Kakao, Kemendag Jajaki Kerja Sama dengan Italia
PT Mars Target Dukung...
PT Mars Target Dukung Peningkatan Kesejahteraan 9.000 Petani Kakao
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
21 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
41 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved