Indeks Nasdaq terkoreksi terdalam sejak 2011

Jum'at, 11 April 2014 - 09:01 WIB
Indeks Nasdaq terkoreksi...
Indeks Nasdaq terkoreksi terdalam sejak 2011
A A A
Sindonews.com - Indeks Wall Street berakhir melemah, dengan indeks Nasdaq mengalami koreksi terdalam sejak dua setengah tahun terakhir pada penutupan perdagangan kamis waktu setempat dipicu maraknya aksi jual saham sektor bioteknologi.

Indeks bioteknologi Nasdaq merosot 5,6 persen dan merupakan kejatuhan terbesar sejak Agustus 2011. Sepanjang tahun ini, indeks Nasdaq telah mengalami koreksi 7 persen. Semua saham Nasdaq terkoreksi, namun CH Robinson Worldwide (CHRW.O) berhasil naik 1,6 persen menjadi USD53,80.

Aksi jual juga melanda saham tiga perusahaan di hari pertama mereka mencatatkan sahamnya setelah penawaran umum perdana. Ketiga emiten baru tersebut berakhir lebih rendah.

"Banyak saham-saham ini telah diperdagangkan pada valuasi tinggi dan dalam jangka panjang mungkin tidak terwujud. Apakah saham itu terlalu mahal? Saat ini, saya pikir sedikit mahal," kata Managing Director of Active Trading and Derivatives Charles Schwab Randy Frederick seperti dilansir Reuters, Jumat (11/4/2014).

Adapun saham Alexion Pharma (ALXN.O) di indeks S&P 500 mengalami penurunan terbesar mencapai 7,5 persen menjadi USD144,19, diikuti oleh Gilead Sciences turun 7,3 persen menjadi 65,48 dan TripAdvisor turun 7 persen menjadi USD81,90.

Indeks Dow Jones ditutup anjlok 266,96 poin atau 1,62 persen menjadi 16.170,22; indeks S&P 500 melorot 39,09 poin atau 2,09 persen menjadi 1.833,09 dan Nasdaq turun 129,794 poin atau 3,1 persen menjadi 4.054,106.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
41 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved