Pengembang perumahan rakyat tunggu penghapusan PPN 10%

Minggu, 13 April 2014 - 18:28 WIB
Pengembang perumahan...
Pengembang perumahan rakyat tunggu penghapusan PPN 10%
A A A
Sindonews.com - Pemerintah telah menetapkan harga untuk perumahan rakyat sebesar Rp105 juta. Namun demikian, pengembang perumahan rakyat belum bisa membangun perumahan, karena masih menunggu keputusan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen.

Belum ada kejelasan kapan keputusan itu turun membuat pengembang perumahan rakyat program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) ini mandek. Jika berlarut-larut, dikhawatirkan penyerapan perumahan rakyat tidak akan mampu sesuai dengan target.

Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jateng bidang rumah sederhana Andi Kurniawan menilai pemerintah lambat dalam mengambil keputusan tersebut.

“Kementerian Keuangan menghendaki berkas yang diajukan oleh Kementerian Perumahan Rakyat dilengkapi dengan berkas dari Departemen Pekerjaan Umum (PU). Ini kan berbelit-belit,” katanya.

Dia menambahkan, harga Rp105 juta yang sudah dikeluarkan oleh kementerian PU sudah sangat sesuai karena berdasarkan masukan dari para pengembang di daerah. Pengembang-pengembang di daerah pun saat ini sebenarnya sudah melakukan persiapan untuk membangun. Hanya saja, karena belum ada keputusan terkait dengan penghapusan PPN 10 persen, pengembang masih enggan untuk membuat rumah sederhana.

“Sebenarya di daerah-daerah, sudah pada siap, bahkan sudah waiting list semua. Oleh karena itu kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang Agus Riyanto menyampaikan, saat ini di Kota Semarang masih cukup banyak kekurangan perumahan kelas menengah ke bawah.

“Saat ini di Kota Semarang masih banyak kekurangan untuk kelas menengah ke bawah, kalau kita sekarang baru ada 27 ribu untuk perumahan rakyat, untuk PNS Polri dan TNI,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk pengembangan perumahan rakyat akan diarahkan ke wilayah Semarang Atas seperti Mijen dan Gunungpati. Selain itu, juga ke daerah-daerah penyangga seperti Demak, Kendal dan Ungaran.

Selain itu, juga akan dikembangkan rumah susun. Untuk rumah susun, pemerintah Kota Semarang akan mendapatkan bantuan dari Kementrian Perumahan Rakyat untuk membangun rumah susun di daerah Kudu, yang bisa dimanfaatkan untuk masyarkat menengah ke bawah. “Kita akan dapat bantuan dua blok, masing-masing blok sekitar 96 unit,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved