OJK tingkatkan pengawasan perusahaan konglomerasi

Senin, 14 April 2014 - 12:27 WIB
OJK tingkatkan pengawasan...
OJK tingkatkan pengawasan perusahaan konglomerasi
A A A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah meningkatkan pengawasannya di tengah banyaknya konglomerat bisnis yang terlibat dalam dunia politik serta kian besarnya tekanan ekonomi saat ini.

Menurut Ketua Tim Transisi Pengalihan Pengawasan Bank OJK Agus Siregar, tidak sedikit perusahaan yang melakukan kolongmerasi bisnis tumbang lantaran tingginya tekanan ekonomi pada beberapa kali krisis ekonomi yang sempat melanda pada waktu-waktu yang lalu.

"Kita lihat ada beberap perusahaan kolongmerasi di dunia yang ambruk setelah 2008 (krisis ekonomi)," ujar Agus di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (14/4/2014).

Belajar dari sejarah kelam tersebut, Agus menuturkan, pihaknya akan menjaga dan mengawasi perusahaan yang melakukan kolongmerasi, baik pada perusahaan induk maupun anak usahaannya.

Agus berpandangan, kalau perusahaan induk mampu mencatatkan kinerja yang bagus, maka akan bedampak positif terhadap kinerja anak usahanya yang pada akhirnya juga akan berdampak baik bagi perekonomian Tanah Air.

"Kita membentuk pengawasan integrasi group keuangan besar. Group keuangan besar itu baik dan sehat serta bagus buat perekonomian. Mereka pada dasarnya menggerakan dan mengalirkan darah perekonomian," tegas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved