Pemerintah baru akan disibukkan soal subsidi BBM
Senin, 14 April 2014 - 17:44 WIB
Pemerintah baru akan disibukkan soal subsidi BBM
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia sebentar lagi akan memasuki era pemerintahan baru setelah pemilihan umum (pemilu) legislatif 9 April 2014, dan menyusul pemilu presiden beberapa bulan ke depan.
Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo mengatakan, program subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai tidak tepat sasaran masih menjadi pekerjaan rumah bagi BPK di pemerintahan baru.
"Semua masukannya BPK akan siap, sesuai pengalaman dan temuan BPK yang berulang-ulang, lalu tidak tepat sasaran kita lihat," ungkap dia di kantornya, Senin (14/4/2014).
Selain itu, dia juga berharap agar BPK yang baru tetap mendorong pelaksanaan e-audit financial tracking untuk mengawasi penggunaan keuangan negara. Karena, jika sistem tersebut tidak dijalankan, akan sulit mengawasi atau mendeteksi.
"Sepanjang aliran dokumen dan aliran uang itu enggak online kita akan susah. Kalau online kan kita bisa memeriksanya dari kantor kita. Saya kan mencontoh kawan-kawan media, bikin berita di sini terus tiba-tiba sudah tayang. Dan ini butuh proses," pungkas Hadi.
Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo mengatakan, program subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai tidak tepat sasaran masih menjadi pekerjaan rumah bagi BPK di pemerintahan baru.
"Semua masukannya BPK akan siap, sesuai pengalaman dan temuan BPK yang berulang-ulang, lalu tidak tepat sasaran kita lihat," ungkap dia di kantornya, Senin (14/4/2014).
Selain itu, dia juga berharap agar BPK yang baru tetap mendorong pelaksanaan e-audit financial tracking untuk mengawasi penggunaan keuangan negara. Karena, jika sistem tersebut tidak dijalankan, akan sulit mengawasi atau mendeteksi.
"Sepanjang aliran dokumen dan aliran uang itu enggak online kita akan susah. Kalau online kan kita bisa memeriksanya dari kantor kita. Saya kan mencontoh kawan-kawan media, bikin berita di sini terus tiba-tiba sudah tayang. Dan ini butuh proses," pungkas Hadi.
(izz)
Lihat Juga :