Harga emas global diperkirakan jatuh sampai 2015

Kamis, 17 April 2014 - 16:15 WIB
Harga emas global diperkirakan...
Harga emas global diperkirakan jatuh sampai 2015
A A A
Sindonews.com - Harga emas cenderung terus jatuh sampai 2015 setelah penurunan tahunan kedua pada tahun ini, menanggapi kebijakan moneter AS kembali normal dan investor beralih ke aset berimbal hasil lebih tinggi.

Tim GFMS Thomson Reuters mengungkapkan, permintaan fisik yang mencapai rekor tahun lalu setelah harga anjlok pada kuartal kedua, diperkirakan akan tetap tegas, tapi tidak akan cukup mengimbangi menurunnya investasi Barat.

Kepala GFMS dari penelitian Rhona O'Connell mengatakan, harga diperkirakan rata-rata USD1.225 per ounce tahun ini, turun dari rata-rata USD1.410 pada 2013, tahun pertama di mana harga telah turun lebih dari satu dekade. Emas bisa jatuh USD1.100 pada 2014 jika terkena serangan lebih lanjut dari pasar likuiditas.

"Kami memiliki pasar emas pada 2009-2012 karena investasi berat dan ketidakpastian keuangan," katanya, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (17/4/2014).

"Sekarang berbalik dan kami berada dalam periode di mana investor profesional memiliki tempat-tempat yang lebih baik untuk menaruh uang mereka sejauh tingkat pengembalian bersangkutan, dan mereka tidak peduli dengan risiko," ujar O'Connell.

Harga emas anjlok 28 persen pada tahun lalu, karena investor menjual produk investasi, di mana fund yang diperdagangkan di bursa didukung secara fisik oleh ekspektasi Federal Reserve (The Fed) akan menarik kembali langkah-langkah stimulus moneter.

Laporan GFMS menunjukkan 880 ton emas dilikuidasi dari ETF tahun lalu, melawan arus masuk dari 279 ton pada 2012. Itu membantu mengimbangi kenaikan permintaan emas fisik ke rekor 4.957 ton.

Investasi melonjak sepertiga ke posisi tertinggi sepanjang masa dari 1.377 ton tahun lalu, sementara pembelian perhiasan naik 18 persen ke puncak dalam enam tahun dari 2.361 ton.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved