Industri jamu makin menjanjikan

Senin, 21 April 2014 - 17:50 WIB
Industri jamu makin...
Industri jamu makin menjanjikan
A A A
Sindonews.com - Potensi pasar industi jamu di Indonesia sangat menjanjikan bagi kalangan industri jamu. Hal ini dikarenakan penggunana jamu tradisional di Indonesia terus meningkat.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia DPD Jateng Stefanus Handoyo Saputro mengatakan, beberapa tahun terakhir permintaan jamu mengalami peningkatan dibandingkan industri farmasi.

"Masyarkat sekarang ini semakin mengarah ke produk herbal sebagai obat. Karena mereka memadang, dengan produk herbal memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan produk farmasi lainnya, dan harganya juga lebih terjangkau," ujarnya, Senin (21/4/2014).

Dengan kondisi masyarkat yang semakin menginginkan produk-produk herbal inilah menjadi peluang besar yang harus direspon oleh pelaku usaha yang bergerak di bidang industri jamu.

Menurutnya, saat ini di Indonesia terdapat 1.247 industri obat tradisional yang di antaranya 129 industri obat tradisional. Sisanya, merupakan usaha kecil obat tradisional dan usaha mikro obat tradisional.

Untuk bisa bertahan di industri jamu, pelaku industri harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan konsumen. Karena itu, dibutuhkan inovasi untuk menyesuaikan pasar. Tidak hanya pasar lokal tetapi juga harus mampu mengikuti pasar internasional, sehingga produk jamu dari Indonesia bisa diminati di mancanegara.

"Industri jamu jika mampu ekspor, akan sangat menjanjikan. Karena 95 persennya dari lokal," ujarnya.

Dia mengatakan, potensi ekspor sangat besar. Dari tahun ke tahun nilai ekspor jamu selalu ada peningkatan, periode terakhir tahun lalu memperlihatkan total ekspor jamu USD9,7 juta dari sebelumnya USD8,3 juta.

"Selama ini Industri jamu masih terkendala dengan pengembangan dan pemasaran produk, tidak hanya kesulitan menciptakan produk berkualitas namun juga menghadapi daya saing pasar," ungkpanya.

Direktur Pemasaran PT Jamu Jago Vincent mengakui, potensi pasar jamu di Indonesia memang sangat besar. Terbukti, PT Jamu Jago terus mengalami pertumbuhan setiap tahun. "Pertumbuhan industri jamu sangat baik. Kita (PT Jamu Jago) tahun lalu terjadi pertumbuhan msekitar 30 persen dan tahun ini kita juga target diangka yang sama," katanya.

Vincent mengatakan, beberapa produk dari PT Jamu Jago mendapatkan respon yang baik di pasar, seperti Purwaceng Ekstra dan Buyung Upik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak Corona, Perusahaan...
Dampak Corona, Perusahaan Jamu Ini Alami Lonjakan Permintaan
Strategi Industri Jamu...
Strategi Industri Jamu Agar Tetap 'Greng' Saat Pandemi
Perpres No. 54 Tahun...
Perpres No. 54 Tahun 2023 Dinilai Bikin Industri Jamu Tambah Perkasa
BPOM Dorong Pengumpulan...
BPOM Dorong Pengumpulan Bukti Empiris Khasiat Jamu Nusantara
Bahan Baku Jamu Masih...
Bahan Baku Jamu Masih Mengandalkan Impor dari China
Sandiaga Puji Perjuangan...
Sandiaga Puji Perjuangan Bakul Jamu yang Sukses di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Persaingan Top Skor...
Persaingan Top Skor Liga Champions 2024/2025 Makin Sengit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved