Pemerintah targetkan produksi cabai 1,52 juta ton
Selasa, 22 April 2014 - 12:17 WIB
Pemerintah targetkan produksi cabai 1,52 juta ton
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, produksi cabai rawit di Indonesia selalu di atas target rata-rata dari yang ditetapkan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai pada 2013 mencapai 1,72 ton. Jenis ini terdiri dari 1,03 juta ton cabai keriting dan 689 ribu ton cabai rawit merah dan hijau.
"Kondisi seperti ini belum menjamin keberlangsungan dan stabilnya harga cabai. Hal ini terjadi karena fluktuasi harga cabai rawit yang sering terjadi," ujarnya dalam acara Gerakan Tanam Cabai dalam Pot di Bekasi, Selasa (22/4/14).
Dia mengakui, produksi ini melampui target dalam data BPS. Namun fluktuasi cabai rawit merah sering terjadi sehingga memengaruhi harga cabai yang lain.
Menurutnya, meski produksi cabai melampaui target, namun ada masa-masa tertentu dimana produksi cabai sedikit terganggu. Kondisi ini jelas menjadi beberapa pihak untuk mengambil keuntungan sehingga ada pihak yang dirugikan.
"Data yang ada cukup. Namun ada kendala ketika musim hujan. Jika musim hujan, virus kuning mewabah, maka drop mencapai 50 persen. Sehingga peran perdagangan dengan adanya impor memang diperlukan," tegasnya.
Suswono berjanji akan lebih meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan agar kondisi kesulitan cabai tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tahun ini, Suswono menargetkan produksi cabai mencapai 1,52 juta ton.
"Dari sisi konsumsi kebutuhan, cabai rawit merah hanya 15 persen dari keseluruhan cabai. Kami akan terus meningkatkan koordinasi dengan Kemendag terutama pada panen raya agar cabai bisa disimpan terlebih dahulu di cold storage atau alat lain yang memungkinkan. Atau mungkin produksi cabai yang sudah diolah industri," pungkas dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai pada 2013 mencapai 1,72 ton. Jenis ini terdiri dari 1,03 juta ton cabai keriting dan 689 ribu ton cabai rawit merah dan hijau.
"Kondisi seperti ini belum menjamin keberlangsungan dan stabilnya harga cabai. Hal ini terjadi karena fluktuasi harga cabai rawit yang sering terjadi," ujarnya dalam acara Gerakan Tanam Cabai dalam Pot di Bekasi, Selasa (22/4/14).
Dia mengakui, produksi ini melampui target dalam data BPS. Namun fluktuasi cabai rawit merah sering terjadi sehingga memengaruhi harga cabai yang lain.
Menurutnya, meski produksi cabai melampaui target, namun ada masa-masa tertentu dimana produksi cabai sedikit terganggu. Kondisi ini jelas menjadi beberapa pihak untuk mengambil keuntungan sehingga ada pihak yang dirugikan.
"Data yang ada cukup. Namun ada kendala ketika musim hujan. Jika musim hujan, virus kuning mewabah, maka drop mencapai 50 persen. Sehingga peran perdagangan dengan adanya impor memang diperlukan," tegasnya.
Suswono berjanji akan lebih meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan agar kondisi kesulitan cabai tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tahun ini, Suswono menargetkan produksi cabai mencapai 1,52 juta ton.
"Dari sisi konsumsi kebutuhan, cabai rawit merah hanya 15 persen dari keseluruhan cabai. Kami akan terus meningkatkan koordinasi dengan Kemendag terutama pada panen raya agar cabai bisa disimpan terlebih dahulu di cold storage atau alat lain yang memungkinkan. Atau mungkin produksi cabai yang sudah diolah industri," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :