REI dukung rencana pemerintah akomodir sektor informal

Selasa, 22 April 2014 - 17:10 WIB
REI dukung rencana pemerintah...
REI dukung rencana pemerintah akomodir sektor informal
A A A
Sindonews.com - Rencana pemerintah yang akan membuka keran bagi pekerja informal untuk mendapatkan kemudahan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), disambut baik kalangan pengembang.

Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jateng Bidang Rumah Sederhana, Andi Kurniawan mengatakan, selama ini sektor informal masih kesulitan untuk bisa mendapatkan kemudahan KPR.

Hal ini dikarekan sektor informal seperti pedagang kaki lima, penjual asongan, pedagang pasar, dirasa belum bankable. Sehingga bank belum berani memberikan jaminan kredit.

"Rencana tersebut memang masih digodok, tetapi kami dari REI terutama pengembang perumahan sederhana, menyambut baik rencana itu," kata Andi di sela-sela penutupan REI Expo III, Selasa (22/4/2014).

Menurutnya, di Jateng pangsa pasar untuk sektor informal sangat terbuka lebar, karena jumlah penduduk yang bekerja di sektor informal dan belum memiliki hunian yang layak masih cukup banyak.

Dia mengungkapkan, sektor informal sebenarnya sangat membutuhkan hunian. Di mana, hunian yang dibutuhkan adalah tempat tinggal yang layak. Sedangkan untuk masalah lokasi tidak menjadi permasalahan.

Karena, pada prinsipnya yang penting adalah mereka yang sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan akses KPR, bisa dipermudah melalui program pemerintah tersebut. Program ini akan sangat membantu bagi mereka yang belum bisa memiliki hunia yang layak.

Selama ini, kata dia, program FLPP meski terbuka, tetapi persyaratannya hanya dapat dipenuhi masyarkat yang memiliki pendapatan tetap atau bekerja di sektor formal. "Padahal jumlah yang berpenghasilan rendah, sekitar 70 persennya tidak memiliki penghasilan bulanan tetap layaknya pegawai," katanya.

Sementara, terkait dengan REI Expo III yang digelar selama dua pekan di Mal Ciputra Semarang hanya mampu membukukan 52 unit rumah. Jumlah tersebut jauh dari yang diharapkan.

Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Promosi, Publikasi, Pameran dan Humas Dibya K Hidayat mengatakan, dari 52 unit rumah yang terjual tersebut, 80 persen merupakan rumah sektor menengah dengan rentang harga antara Rp200 juta sampai Rp600 juta. Sisanya rumah-rumah mewah dengan harga di atasnya.

Dia mengatakan, pada tiga bulan awal ini penjualan rumah mengalami penurunan mencapai 25 persen. Penurunan tersebut disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya bunga KPR yang tinggi, serta tahun Pemilu yang diwarnai politik. Selain itu, kebijakan uang muka minimal 30 persen juga disebutnya sebagai salah satu faktor yang memengaruhi penurunan penjualan rumah.

Dia mengaku, jika program pemerintah memberikan kemudahan bagi Sektor informal untuk mendapatkan kemudahan akses KPR akan semakin menggeliatkan penjualan properti di Jateng.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
REI Dukung Pemerintah...
REI Dukung Pemerintah Pulihkan Real Estate
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Bos Chalidana Group,...
Bos Chalidana Group, H Mochamad Ilyas Maju Jadi Ketua REI Jatim 2024-2027
DPD REI Sulsel Musda...
DPD REI Sulsel Musda 19 Oktober, 7 Nama Menguat Perebutkan Kursi Ketua
Berita Terkini
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
18 menit yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
30 menit yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
32 menit yang lalu
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
54 menit yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
56 menit yang lalu
Defisit APBN 2026 Diprediksi...
Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
1 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved