Wall Street ditutup mengakhiri reli di zona hijau

Kamis, 24 April 2014 - 09:00 WIB
Wall Street ditutup...
Wall Street ditutup mengakhiri reli di zona hijau
A A A
Sindonews.com - Indeks saham Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat mengakhiri kenaikannya selama enam hari berturut-turut dipicu menurunnya sejumlah saham unggulan karena laporan keuangan tidak sesuai perkiraan.

Saham AT & T Inc (TN) merosot 3,8 persen menjadi USD34,92 dan saham Verizon Communications (VZ.N) turun 1 persen menjadi USD47,43 karena kinerja kuartalan di bawah ekspektasi. Sementara indeks sektor telekomunikasi di indeks S&P 500 susut 2,2 persen dan saham bioteknologi juga membuat Nasdaq berakhir terkoreksi.

Saham Amgen Inc (AMGN.O) turun 5 persen menjadi USD113,32 setelah laba meleset dari perkiraan. Sektor bioteknologi di indeks Nasdaq jatuh 1,5 persen dan indeks biotek NYSEArca melorot 1,6 persen.

"Ini bukan waktu yang sangat baik bagi laporan laba bersih dan investor sangat mudah melepas saham yang kurang mendukung. Saat ini merupakan musim laba yang rendah. Jadi banyak investor melihat seberapa besar saham yang akan mereka bayar," kata Presiden Capital LibertyView Management Rick Meckler seperti dilansir Reuters, Kamis (24/4/2014).

Sementara saham Gilead Sciences Inc (GILD.O) naik 1,4 persen menjadi USD73,86 dan Boeing Co (BA.N) naik 2,4 persen menjadi USD130,63.

Pada perdagangan dini hari tadi, indeks Dow Jones ditutup turun 12,72 poin atau 0,08 persen menjadi 16.501,65; indeks S & P 500 melemah 4,16 poin atau 0,22 persen menjadi 1.875,39 dan Nasdaq turun 34,491 poin atau 0,83 persen menjadi 4.126,97.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
19 menit yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
1 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved