Wall Street berakhir positif didukung saham Apple
Jum'at, 25 April 2014 - 08:55 WIB
Wall Street berakhir positif didukung saham Apple
A
A
A
Sindonews.com - Saham di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat ditutup positif didukung saham Apple di tengah ketegangan konflik Ukraina.
Saham Apple Inc (AAPL.O) melonjak 8,2 persen menjadi USD567,77 didukung pendapatan jauh di atas harapan. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak Agustus tahun lalu. Apple telah menyetujui rencana buyback saham sebesar USD30 miliar, meningkatkan dividen dan memecah nilai saham dengan rasio 7:1.
Tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) dibuka naik tajam , dengan Nasdaq naik lebih dari 1 persen sebelum berbalik negatif pada 30 menit pertama perdagangan, namun akhirnya ditutup positif.
Sebagian besar volatilitas saham didorong komentar Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Dia mengatakan bahwa Rusia memulai latihan militer di dekat perbatasan Ukraina.
"Pasar saham bias untuk naik lebih tinggi karena semua kabar baik yang kami dengar. Ada wilayah di dunia yang terus bergejolak dan itu mempengaruhi pasar," kata analis riset senior saham Fort Pitt Capital Group Kim Forrest seperti dilansir Reuters, Jumat (25/4/2015).
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup stagnan di 16.501,65; S&P 500 naik 3,22 poin atau 0,17 persen menjadi 1.878,61 dan Nasdaq melonjak 21,372 poin atau 0,52 persen menjadi 4.148,34.
Volume perdagangan ringan, dengan sekitar 6,07 miliar saham diperdagangkan di bursa AS. Jumlah itu di bawah rata-rata bulan ini sebanyak 6,59 miliar.
Saham Apple Inc (AAPL.O) melonjak 8,2 persen menjadi USD567,77 didukung pendapatan jauh di atas harapan. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak Agustus tahun lalu. Apple telah menyetujui rencana buyback saham sebesar USD30 miliar, meningkatkan dividen dan memecah nilai saham dengan rasio 7:1.
Tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) dibuka naik tajam , dengan Nasdaq naik lebih dari 1 persen sebelum berbalik negatif pada 30 menit pertama perdagangan, namun akhirnya ditutup positif.
Sebagian besar volatilitas saham didorong komentar Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu. Dia mengatakan bahwa Rusia memulai latihan militer di dekat perbatasan Ukraina.
"Pasar saham bias untuk naik lebih tinggi karena semua kabar baik yang kami dengar. Ada wilayah di dunia yang terus bergejolak dan itu mempengaruhi pasar," kata analis riset senior saham Fort Pitt Capital Group Kim Forrest seperti dilansir Reuters, Jumat (25/4/2015).
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup stagnan di 16.501,65; S&P 500 naik 3,22 poin atau 0,17 persen menjadi 1.878,61 dan Nasdaq melonjak 21,372 poin atau 0,52 persen menjadi 4.148,34.
Volume perdagangan ringan, dengan sekitar 6,07 miliar saham diperdagangkan di bursa AS. Jumlah itu di bawah rata-rata bulan ini sebanyak 6,59 miliar.
(rna)
Lihat Juga :