Aturan perpanjangan kontrak baru migas digodok

Selasa, 29 April 2014 - 12:31 WIB
Aturan perpanjangan...
Aturan perpanjangan kontrak baru migas digodok
A A A
Sindonews.com - Pemerintah saat ini sedang menggodok aturan terkait perpanjangan kontrak wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas) bumi baru dengan batas waktu sekitar 15 tahun.

Direktur Jenderal Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edy Hermantoro mengatakan, regulasi perpanjangan kontrak baru tersebut nantinya akan dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan kajian mendalam terkait poin-poin apa saja untuk segera difinalisasi dan segera dituangkan dalam sebuah kebijakan.

“Regulasi itu nantinya dalam bentuk pertauran menteri khusus. Untuk gas ini bisa dapat 15 tahun sebelumnya dengan catatan ada beberapa kepastian jual beli gas,” kata dia di Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Selain itu, pemerintah saat ini juga tengah fokus terhadap optimalisasi produksi migas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Misalnya, untuk kondensat akan dioptimalkan untuk kebutuhan domestik.

“Seperti kondensat dan segala macamnya ini dioptimalkan untuk dalam negeri,” jelasnya.

Kendati demikian, Edy mengaku tidak dapat membatasi segala bentuk ekspor minyak mentah karena terdapat jenis minyak mentah tertentu yang tidak dapat diolah di dalam negeri. Akibat dari itu pemerintah mau tidak mau harus mengolahnya di luar negeri karena kilang di dalam negeri tidak dapat memproses menjadi bahan bakar minyak (BBM).

“Tidak semua jenis minyak ini dapat diolah di refinery. Kalau tidak bisa, ya diekspor sebagian,” ujar dia.

Presiden Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Indonesia (Indonesia Petroleum Assosiation/IPA) Lukman Mahfoedz berharap, pemerintah membuat aturan yang jelas terkait kapan waktu untuk submit ekstensi kontrak dan kapan pemerintah dapat memberi kepastian kontrak. pasalnya, jika tidak ada kepastian kontrak akan menggangu produksi migas.

“Kriterianya seperti apa, pemerintah dapat mempertimbangkan. Jika kepastian tidak ada maka tidak ada investasi karena produksi turun karena terganggu,” kata dia.

Di samping itu, kepastian kontrak juga berguna untuk memutuskan apakah perpanjangan kontrak terhadap kontraktor kontrak kerja sama ini (KKKS) dapat dilanjutkan atau tidak karena kepastian ini juga penting untuk menyiapkan investasi di sebuah wilayah kerja migas.

“Kalau tidak ada waktu jelas kontraktor dan pemerintah akan rugi karena tidak ada kejelasan lantaran peralihan dari operator ke operator lain misalnya membutuhkan persiapan,” kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Minta...
Kementerian ESDM Minta Revisi UU Migas Dipercepat demi Kejar 1 Juta Barel
DPR Pastikan Revisi...
DPR Pastikan Revisi UU Migas Bakal Tuntas Sebelum 2024
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Kementerian ESDM: Manajemen...
Kementerian ESDM: Manajemen Risiko Mutlak bagi Bisnis Migas
Kementerian ESDM Usulkan...
Kementerian ESDM Usulkan Industri Hulu Migas Bebas Pajak
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
44 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved