Inflasi di Zona Euro April naik jadi 0,7%
Rabu, 30 April 2014 - 17:12 WIB
Inflasi di Zona Euro April naik jadi 0,7%
A
A
A
Sindonews.com - Inflasi di Zona Euro naik menjadi 0,7 persen pada April 2014, sedikit di bawah perkiraan analis. Namun, angka tersebut lebih tinggi dari 0,5 persen yang dilaporkan pada Maret, tingkat terendah sejak Oktober 2009.
Sebelumnya, analis memperkirakan inflasi pada April sekitar 0,8 persen, dengan latar belakang kekhawatiran Zona Euro sangat dekat dengan deflasi.
Dilansir dari MSN, Rabu (30/4/2014), lembaga statistik Eropa, Eurostat mencatat, harga di sektor jasa naik 1,6 persen, meningkat dari 1,1 persen pada Maret. Namun, harga makanan dan alkohol jatuh 0,7 persen, turun dari 1,0 persen. Demikian pula harga energi merosot ke 0,1 persen, dari 0,2 persen di bulan sebelumnya.
Inflasi di 18 negara mata uang tunggal euro telah jatuh dalam satu tahun terakhir, yang mencerminkan melemahnya permintaan karena ekonomi perlahan pulih dari rekor resesi.
Angka-angka pada Maret khususnya menambah kekhawatiran deflasi, penurunan harga yang dapat melemahkan pertumbuhan.
Bank Sentral Eropa (ECB), yang memasang target inflasi di bawah 2,0 persen, mengatakan pihaknya siap mengambil tindakan lebih lanjut di atas rekor suku bunga rendah untuk meningkatkan permintaan jika diperlukan.
Awal bulan lalu, Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyebutkan hal ini hanya "soal waktu" di saat ECB harus mengambil langkah-langkah tambahan untuk mengatasi masalah tersebut.
Para ekonom khawatir, inflasi ultra-rendah dapat menghambat pemulihan ekonomi yang masih sederhana. Deflasi dapat membalikkan keadaan karena harga yang lebih rendah berarti perusahaan menghentikan investasi, memukul jumlah pekerjaan dan upah, yang pada gilirannya menempatkan tekanan baru terhadap perekonomian.
Sebelumnya, analis memperkirakan inflasi pada April sekitar 0,8 persen, dengan latar belakang kekhawatiran Zona Euro sangat dekat dengan deflasi.
Dilansir dari MSN, Rabu (30/4/2014), lembaga statistik Eropa, Eurostat mencatat, harga di sektor jasa naik 1,6 persen, meningkat dari 1,1 persen pada Maret. Namun, harga makanan dan alkohol jatuh 0,7 persen, turun dari 1,0 persen. Demikian pula harga energi merosot ke 0,1 persen, dari 0,2 persen di bulan sebelumnya.
Inflasi di 18 negara mata uang tunggal euro telah jatuh dalam satu tahun terakhir, yang mencerminkan melemahnya permintaan karena ekonomi perlahan pulih dari rekor resesi.
Angka-angka pada Maret khususnya menambah kekhawatiran deflasi, penurunan harga yang dapat melemahkan pertumbuhan.
Bank Sentral Eropa (ECB), yang memasang target inflasi di bawah 2,0 persen, mengatakan pihaknya siap mengambil tindakan lebih lanjut di atas rekor suku bunga rendah untuk meningkatkan permintaan jika diperlukan.
Awal bulan lalu, Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyebutkan hal ini hanya "soal waktu" di saat ECB harus mengambil langkah-langkah tambahan untuk mengatasi masalah tersebut.
Para ekonom khawatir, inflasi ultra-rendah dapat menghambat pemulihan ekonomi yang masih sederhana. Deflasi dapat membalikkan keadaan karena harga yang lebih rendah berarti perusahaan menghentikan investasi, memukul jumlah pekerjaan dan upah, yang pada gilirannya menempatkan tekanan baru terhadap perekonomian.
(dmd)
Lihat Juga :