SBR mampu jaga pertumbuhan ekonomi RI

Jum'at, 02 Mei 2014 - 13:40 WIB
SBR mampu jaga pertumbuhan...
SBR mampu jaga pertumbuhan ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Saving Bonds Ritel (SBR) yang diluncurkan pemerintah hari ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah keuangan Indonesia. SBR diyakini sebagai wujud untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Karena di sini kita tahu bahwa situasi perekonomian global sampai hari ini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan sempurna. Karena dulu sudah agak baik, kemudian turun kembali. Terlebih lagi saat ini ekonomi dunia sedang down, seperti di negara bagian Eropa dan Amerika yang dampaknya bisa dirasakan sampai Indonesia," jelas
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati di Kantor Kementrian Keuangan, Jumat (2/5/2014).

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah juga harus menjaga momentum ekonomi Indonesia dengan sebaik mungkin, sehingga tidak rentan terhadap ekonomi global.

"Salah satu caranya tetap menjaga pertumbuhan ekonomi pada nilai minimal di atas 5 persen. Ini menjadi penting untuk menyiapakan lapangan kerja, menjaga ketersediaan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan mengurangi kemiskinan," jelas dia.

Anny menjelaskan, pertumbuhan ekonomi harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Implikasinya adalah apabila ternyata penerimaan negara belum cukup memenuhi semua kebutuhan anggaran belanja negara, mau tidak mau belanja fiskal akan mengalami defisit.

"Di sini, SBR salah stunya untuk pembiayaan defisit pemerintah, namun harus tetap dijaga pada tingkat yang aman untuk menjaga perluasan basis investor terutama retail. Kita juga harus tetap melihat bahwa penguasaan surat belanja negara, banyak dipegang asing, maka kita harus khawatir apabila terjadi pembalikan, capital flow. Maka ini punya implikasi terhadap risiko fiskal domestik," jelasnya.

Perluasan basis investor retail menjadi penting, karena nanti akan menjadi buffer untuk meredam jika terjadi goncangan di Eropa atau Amerika. "Maka sudah menjadi kewajiban kita bila pasar domestik dapat kita jaga bersama," pungkasnya.
(izz)
Berita Terkait
Pemerintah Kembali Lego...
Pemerintah Kembali Lego Global Bonds, Tertarik Beli?
Sri Mulyani Tunda Terbitkan...
Sri Mulyani Tunda Terbitkan Pandemic Bonds
Green Saving, Kolaborasi...
Green Saving, Kolaborasi Menyukseskan Gerakan Green Energy
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, bank bjb Fasilitasi SBR 011
Hutama Karya Rilis Obligasi...
Hutama Karya Rilis Obligasi Global USD600 Juta untuk JTTS
Global Bond Kerek Pertumbuhan...
Global Bond Kerek Pertumbuhan Bisnis Mandiri Sekuritas
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
3 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
4 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
5 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
5 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
6 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
6 jam yang lalu
Infografis
Iran Kenalkan Drone...
Iran Kenalkan Drone Canggih Gaza, Mampu Membawa 12 Bom
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved