Harga emas dunia di angka tertinggi dalam tiga pekan

Senin, 05 Mei 2014 - 14:45 WIB
Harga emas dunia di...
Harga emas dunia di angka tertinggi dalam tiga pekan
A A A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan global hari ini melonjak ke level tertinggi dalam tiga pekan (untuk sesi kedua), terdorong meningkatnya kekerasan di Ukraina, membuat daya tarik logam mulia sebagai safe-haven meningkat.

Investor tetap berhati-hati apakah keuntungan dapat dipertahankan di tengah beberapa pasar tutup dan arus keluar dari fund emas menunjukkan sentimen bearish.

Spot emas naik 0,4 persen di angka USD1.305,60 per ounce, pada pukul 03.19 GMT, setelah sebelumnya naik ke USD1,308.50 (tertinggi sejak 15 April). Kemudian menjadi 1.307, 40 per ounce pada pukul 14.30 WIB. Sementara perdagangan emas Comex, naik 0,36 persen di angka 1.307,60 per ounce.

"Kami menguji downside cukup agresif pekan lalu. Jadi, emas meningkat pada short-covering dan pada ekspektasi bahwa situasi Ukraina bisa lebih buruk. Kami akan didukung di atas USD1.300 sampai mendapatkan likuiditas kembali besok," kata seorang pedagang di Hong Kong, seperti dilansir dari Economic Times, Senin (5/5/2014).

Militan pro-Rusia menyerbu kantor polisi Ukraina di Odessa, kemarin, membebaskan hampir 70 tahanan aktivis. Para pemimpin negara itu menyesalkan kepolisian yang melepas mereka.

Militan memecahkan jendela dan membongkar gerbang di kompleks kepolisian selama dua hari setelah lebih dari 40 aktivis pro-Rusia tewas dalam kebakaran di sebuah gedung yang mereka duduki.

Sebelumnya, pada Jumat (3/5/2014), logam jatuh ke level terendah dalam sepekan ke USD1,276.60 per barel setelah data pekerjaan AS kuat.

SPDR Gold Trust, exchange-traded fund emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh 2,70 ton menjadi 782,85 ton pada Jumat - kerugian sesi ketiga berturut-turut. Di mana pekan lalu saja, fund melihat hampir 10 ton arus keluar.

Di pasar fisik China harga stabil dan perdagangan setara dengan patokan global setelah liburan Hari Buruh, pekan lalu. Melemahnya permintaan dari China, konsumen emas terbesar di dunia dari bullion, dalam beberapa pekan terakhir, juga telah membebani harga emas.

Spot emas diperkirakan dapat menembus resistance di angka USD1.307 per ounce dan naik lebih lanjut ke USD1.316, sebagai rebound dari posisi terendah USD1.268,24 pada 24 April lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
20 menit yang lalu
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
34 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
51 menit yang lalu
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
1 jam yang lalu
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
1 jam yang lalu
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved