Boyolali minta tambahan kuota pupuk

Selasa, 06 Mei 2014 - 17:03 WIB
Boyolali minta tambahan...
Boyolali minta tambahan kuota pupuk
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten Boyolali mengajukan penambahan kuota pupuk. Karena pupuk yang ada di Kota Susu tersebut, terus langka hingga saat ini.

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Kabupaten Boyolali, Bambang Purwadi mengatakan, pengajuan penambahan kuota pupuk harus dilakukan dalam waktu dekat.

Menurutnya, jika tidak segera dilakukan nantinya pupuk akan terus langka di pasaran dan menyebabkan terganggunya lahan padi milik petani. Selain itu, penambahan itu juga dilakukan menyusul habisnya kuota untuk pupuk bersubsidi pada bulan ini.

Menurutnya, pupuk habis dikarenakan telah didistribusikan ke Petani untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi pada April.

"Kuota pupuk untuk Mei sudah kita distribusikan pada akhir April, tetapi pupuk itu langsung habis diborong petani sesaat setelah didistribusikan pemerintah," ucapnya kepada Koran Sindo, Selasa (6/5/2014).

Sementara, untuk besarnya kuota pupuk yang bakal diajukan Distanhutbun, pihaknya masih melakukan proses penghitungan. Menurutnya, setelah proses penghitungan selesai, penambahan kuota itu bakal segera diajukan ke Gubernur Jateng, agar penambahan pupuk segera dilakukan.

Pihaknya juga berharap agar para petani di Kabupaten Boyolali untuk mulai berhemat menggunakan pupuk. Penghematan dilakukan agar kuota pupuk yang tersisa mampu untuk mencukupi kebutuhan para petani.

"Petani itu tidak mau diajak berhemat, satu hektare lahan dipupuk sebesar 400 kilogram (kg), padahal idealnya 200 kg," tegasnya.

Sementara, penambahan kuota pupuk sangat dinati para petani. Menurutnya, akibat kelangkaan pupuk yang terus terjadi saat ini, tunas padi yang ditanam para petani menjadi sedikit.

Padahal, tunas itu sangat menentukan hasil panen. "Kalau tunasnya sedikit otomatis padi yang ditanam menjadi menyusut," ucap salah seorang petani di wilayah Karenggede Boyolali, Rusno.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
18 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
29 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved