RI tingkatkan ekspor pangan ke Korsel
Jum'at, 09 Mei 2014 - 11:13 WIB
RI tingkatkan ekspor pangan ke Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai upaya meningkatkan peluang ekspor produk pangan ke Korea Selatan (Korsel), Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Ditjen PEN bekerja sama dengan Atase Perdagangan RI di Seoul dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan kembali berpartisipasi dalam Seoul Food 2014.
Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 13-16 Mei 2014 di Korea International Exhibition Center (KINTEX), Gyeonggi-Do, Korea Selatan. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan mencapai 2,8 persen pada 2013, dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya 2 persen.
Sebagai negara maju berbasis teknologi informasi (IT), Korsel merupakan akses pasar wilayah Asia dengan Produk Domestik Bruto per kapita sebesar USD33.200 pada 2013. Potensi ini dapat kita jadikan peluang untuk masuk pasar yang lebih besar," jelas Dirjen PEN, Nus Nuzulia Ishak dalam rilisnya, Jumat (9/5/2014).
Pameran Seoul Food 2014 merupakan pameran makanan dan minuman bertaraf internasional yang diselenggarakan setiap tahun dan menampilkan kategori produk. Antara lain buah-buahan, sayuran, daging, produk unggas, teh, kopi, aneka makanan dan minuman, produk organik, bahan makanan, hasil laut (seafood), aneka produk kesehatan, serta suplemen makanan.
Pameran ini bisa menjadi peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor makanan dan minuman ke dunia. "Kami (Kemendag) positif akan hal ini, mengingat nilai ekspor produk makanan Indonesia selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan positif sebesar 8,78 persen per tahun," ujarnya.
Hal ini, lanjut dia, pada akhirnya membuat target ekspor makanan dan minuman olahan 2014 dapat tumbuh 10,5-11,5 persen dengan nilai sebesar USD4,9 miliar sampai USD5 miliar.
Paviliun Indonesia akan menampilkan sembilan perusahaan. Yaitu, Garudafood, PT Aksara Kencana Putra, Sungai Budi Group, PT Mulia Boga Raya, PT Dua Kelinci, CV Packaging House, CV Purnama Raya, PT Fortunium, dan PT Pondan Pangan Makmur Indonesia.
"Diharapkan partisipasi Indonesia pada pameran ini, selain dapat mempromosikan produk makanan dan minuman Indonesia berdaya saing, juga bisa membuka peluang untuk mendapatkan transaksi jangka panjang. Sehingga, dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan," tutur Nus.
Neraca perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada 2013 mengalami defisit sebesar USD170,16 juta. Total nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan mencapai USD11,42 miliar.
Sementara impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar USD11,59 miliar. Nilai ekspor produk makanan Indonesia ke Korea Selatan mencapai USD69,19 juta. Korea Selatan menduduki posisi ke-7 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dengan share 4,04 persen pada 2013.
Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 13-16 Mei 2014 di Korea International Exhibition Center (KINTEX), Gyeonggi-Do, Korea Selatan. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan mencapai 2,8 persen pada 2013, dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya 2 persen.
Sebagai negara maju berbasis teknologi informasi (IT), Korsel merupakan akses pasar wilayah Asia dengan Produk Domestik Bruto per kapita sebesar USD33.200 pada 2013. Potensi ini dapat kita jadikan peluang untuk masuk pasar yang lebih besar," jelas Dirjen PEN, Nus Nuzulia Ishak dalam rilisnya, Jumat (9/5/2014).
Pameran Seoul Food 2014 merupakan pameran makanan dan minuman bertaraf internasional yang diselenggarakan setiap tahun dan menampilkan kategori produk. Antara lain buah-buahan, sayuran, daging, produk unggas, teh, kopi, aneka makanan dan minuman, produk organik, bahan makanan, hasil laut (seafood), aneka produk kesehatan, serta suplemen makanan.
Pameran ini bisa menjadi peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor makanan dan minuman ke dunia. "Kami (Kemendag) positif akan hal ini, mengingat nilai ekspor produk makanan Indonesia selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan positif sebesar 8,78 persen per tahun," ujarnya.
Hal ini, lanjut dia, pada akhirnya membuat target ekspor makanan dan minuman olahan 2014 dapat tumbuh 10,5-11,5 persen dengan nilai sebesar USD4,9 miliar sampai USD5 miliar.
Paviliun Indonesia akan menampilkan sembilan perusahaan. Yaitu, Garudafood, PT Aksara Kencana Putra, Sungai Budi Group, PT Mulia Boga Raya, PT Dua Kelinci, CV Packaging House, CV Purnama Raya, PT Fortunium, dan PT Pondan Pangan Makmur Indonesia.
"Diharapkan partisipasi Indonesia pada pameran ini, selain dapat mempromosikan produk makanan dan minuman Indonesia berdaya saing, juga bisa membuka peluang untuk mendapatkan transaksi jangka panjang. Sehingga, dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan," tutur Nus.
Neraca perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada 2013 mengalami defisit sebesar USD170,16 juta. Total nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan mencapai USD11,42 miliar.
Sementara impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar USD11,59 miliar. Nilai ekspor produk makanan Indonesia ke Korea Selatan mencapai USD69,19 juta. Korea Selatan menduduki posisi ke-7 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dengan share 4,04 persen pada 2013.
(izz)
Lihat Juga :