Harga emas dunia pekan depan diperkirakan jatuh

Sabtu, 10 Mei 2014 - 19:19 WIB
Harga emas dunia pekan...
Harga emas dunia pekan depan diperkirakan jatuh
A A A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan dunia pekan depan diperkirakan turun lebih lanjut di tengah faktor teknis yang lemah dan lingkungan makroekonomi global. Perkembangan di Ukraina juga mempengaruhi harga pada minggu depan.

Dilansir dari International Business Times, Sabtu (10/5/2014), sebanyak 11 dari 24 analis yang disurvei Kitco Gold Survey mengatakan, mereka memperkirakan harga emas akan turun, sementara enam memproyeksikan harga akan naik dan tujuh analis harga tidak berubah.

Dominick Cimaglia, dealer senior dari Alliance Financial menyebutkan, pertumbuhan lemah, inflasi rendah dan permintaan fisik, sedikit membebani emas.

Sementara Sterling Smith, spesialis perdagangan berjangka dari Citibank Institutional Client Group memandang secara teknikal pasar tetap tertekan. "Dua upaya reli yang gagal mulai membebani sisi panjang pasar. Untuk saat ini, tampaknya 1.200 menjadi hasil yang jauh lebih mungkin dari USD1.400," terangnya.

Commerzbank Corporates & Markets menilai harga emas muncul sebagian besar tidak memberi kesan dan terus diperdagangkan jauh di bawah USD1.300 per ounce. Dalam hal euro, emas naik moderat lebih 930 euro per troy ounce karena dolar AS (USD) naik.

Sementara emas berjangka di AS untuk pengiriman Juni ditutup 10 sen lebih rendah pada USD1,287.60 per ounce. Harga berakhir 1 persen lebih rendah untuk satu minggu secara keseluruhan. Sementara spot emas diperdagangkan 0,1 persen menjadi USD1.288 per ounce.

Di sisi lain, permintaan emas di Asia, pasar terbesar untuk logam mulia tetap tenang minggu ini.
Premi emas di India, konsumen emas terbesar kedua di dunia, susut karena permintaan menurun pada ekspektasi relaksasi lebih lanjut dari pembatasan impor dan harga yang lebih rendah.

Sebagai perbandingan, premi di China, konsumen terkemuka melayang di sekitar USD3 per ounce. Premi di Hong Kong melayang antara 80 sen dan USD1,20 per ounce, sedangkan di Singapura dan Jepang tetap tidak berubah dari tingkat pekan lalu.

Bullion memukul USD1.315 per ounce sebanyak tiga kali selama sepekan seiring meningkatnya ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Namun, harga turun setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan menarik pasukannya di perbatasan Ukraina.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved