Pefindo: Untuk memulai industri baru, haru jemput 'bola'
Minggu, 11 Mei 2014 - 16:30 WIB
Pefindo: Untuk memulai industri baru, haru jemput 'bola'
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ronald T Andi Kasim menjabarkan, kesempatan untuk memulai industri tidak bisa ditunggu, semua harus dimulai dengan sendiri.
"Kita harus sadar bahwa untuk menghidupkan/memulai industri yang baru, tidak bisa menunggu 'bola', harus menjemput 'bola'. Akhirnya Kita sepakat untuk merating beberapa pemerintah daerah yang dari kacamata kita kelihatannya kuat dari sisi finansial. Jika pemda bisa menerbitkan obigasinya, rating perusahaan itu bagus," ujarnya dalam workshop wartawan di Bandung, Sabtu (11/5/14).
Pefindo sendiri, diungkapkan Ronald, pernah mempublikasikan pemda Jakarta, Jawa Barat, pemkot Balikpapan, Makassar, Surabaya, yang telah dirating. Ada sekitar 7-8 pemda, kemudian produk rating lain yang tidak disebut, namun tetap diukur dari segi financial management assestment untuk mengukur finansial pemda.
"Yang kita lihat di sini adalah struktur pendapatan, regional ekonomi, kita juga mengukur dari segi sistem dan human resources-nya," ungkapnya.
Selain potensi di atas, dijelaskan Ronald lebih lanjut, diukur juga kemampuan potensi pemda mengelola. Jangan sampai ada kejadian potensi penerimaan pajak tinggi namun disalahgunakan, sehingga membuat tidak yakin. Dengan kata lain, uang banyak namun cashflow kurang.
"Kita tidak mengakses hanya dari potensi pendapatan saja namun unit khusus (resources) yang mengatur utang atau pinjaman (debt management units) juga kita pantau," ujar Ronald.
Beberapa pemimpin pemda sadar sebelum meminta persetujuan DPRD dan Menkeu. "Ada yang harus diperbaiki, seperti rekrut tenaga profesional keuanan dan investasi, lalu perbaikan penerimaan pajak, sampai perusahaan pemeringkat nyaman sehingga ratingnya bagus, baru kemudian bisa diajukan ke DPRD dan Menkeu," ujarnya.
"Kita harus sadar bahwa untuk menghidupkan/memulai industri yang baru, tidak bisa menunggu 'bola', harus menjemput 'bola'. Akhirnya Kita sepakat untuk merating beberapa pemerintah daerah yang dari kacamata kita kelihatannya kuat dari sisi finansial. Jika pemda bisa menerbitkan obigasinya, rating perusahaan itu bagus," ujarnya dalam workshop wartawan di Bandung, Sabtu (11/5/14).
Pefindo sendiri, diungkapkan Ronald, pernah mempublikasikan pemda Jakarta, Jawa Barat, pemkot Balikpapan, Makassar, Surabaya, yang telah dirating. Ada sekitar 7-8 pemda, kemudian produk rating lain yang tidak disebut, namun tetap diukur dari segi financial management assestment untuk mengukur finansial pemda.
"Yang kita lihat di sini adalah struktur pendapatan, regional ekonomi, kita juga mengukur dari segi sistem dan human resources-nya," ungkapnya.
Selain potensi di atas, dijelaskan Ronald lebih lanjut, diukur juga kemampuan potensi pemda mengelola. Jangan sampai ada kejadian potensi penerimaan pajak tinggi namun disalahgunakan, sehingga membuat tidak yakin. Dengan kata lain, uang banyak namun cashflow kurang.
"Kita tidak mengakses hanya dari potensi pendapatan saja namun unit khusus (resources) yang mengatur utang atau pinjaman (debt management units) juga kita pantau," ujar Ronald.
Beberapa pemimpin pemda sadar sebelum meminta persetujuan DPRD dan Menkeu. "Ada yang harus diperbaiki, seperti rekrut tenaga profesional keuanan dan investasi, lalu perbaikan penerimaan pajak, sampai perusahaan pemeringkat nyaman sehingga ratingnya bagus, baru kemudian bisa diajukan ke DPRD dan Menkeu," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :