Sejumlah belanja K/L terancam dipotong

Kamis, 15 Mei 2014 - 20:00 WIB
Sejumlah belanja K/L...
Sejumlah belanja K/L terancam dipotong
A A A
Sindonews.com - Pemerintah akan segera mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (RAPBN-P) pada 20 Mei mendatang. Salah satu agenda yang hampir pasti dilakukan adalah memotong anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L). Pemotongan belanja dimaksudkan untuk menekan pengeluaran, sehingga defisit anggaran bisa dikurangi.

“Perkiraan saya akan ada pemangkasan. Perjalanan dinas, seminar, pokoknya hal-hal yang berkaitan dengan itu, tapi besarannya harus di-exercise sesuai asumsi makro,” ungkap Menteri Keuangan M Chatib Basri di kantornya, Rabu (14/5/2014).

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menjelaskan, selain belanja barang, belanja K/L yang kemungkinan dipotong adalah belanja pegawai dan bantuan sosial. Namun, khusus untuk bantuan sosial, keputusannya akan diserahkan kepada K/L yang memperoleh anggaran tersebut. "Kalau Bansos (bantuan sosial) itu kita serahkan kepada masing-masing K/L untuk pemangkasannya," kata Askolani.

Pemotongan anggaran rutin dilakukan pemerintah saat mengajukan RAPBN-P. Namun, jumlah anggaran yang dipotong biasanya jauh lebih sedikit daripada pengajuan. Pada 2012 misalnya, dari pemotongan anggaran yang direncanakan Rp22 triliun hanya disetujui DPR Rp18,9 triliun.

Dalam APBN 2014, defisit ditetapkan Rp175,4 triliun atau 1,69 persen terhadap PDB (produk domestik bruto). Defisit tersebut diyakini akan membengkak karena pelemahan nilai tukar rupiah dan tidak tercapainya target lifting minyak. Kedua hal itu menyebabkan belanja subsidi BBM membangkak. Padahal, penerimaan pajak diproyeksi menurun akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Belanja Negara...
Realisasi Belanja Negara di Sulsel Hingga Juli 2022 Tembus Rp26 Triliun
Belanja Pemerintah Seret...
Belanja Pemerintah Seret Bikin Ekonomi RI Kontraksi, Pengamat Ungkap Masalahnya
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Belanja Negara Kuartal...
Belanja Negara Kuartal I-2020 Tembus Rp452,4 Triliun
Halo Pak Jokowi, Realisasi...
Halo Pak Jokowi, Realisasi Belanja Pemerintah Masih Lelet Lho
Per Akhir Maret Belanja...
Per Akhir Maret Belanja Negara Sudah Tembus Rp347,3 Triliun
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved