OJK ungkap kronologis pembobolan ATM Mandiri

Jum'at, 16 Mei 2014 - 18:59 WIB
OJK ungkap kronologis...
OJK ungkap kronologis pembobolan ATM Mandiri
A A A
Sindonews.com - Peristiwa pembobolan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang diduga dilakukan hacker asing dari Malaysia sempat menghebohkan masyarakat Indonesia belum lama ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga yang membawahi industri perbankan di Indonesia turut angkat bicara mengenai permasalahan tersebut. Deputi Komisioner OJK Manajemen Strategis I Lucky Fathul mengatakan, terdapat 1.204 kartu debet Mandiri yang ditransaksikan pada 9 dan 10 Mei 2014 di Kanada, Malaysia, Perancis, dan Srilanka.

"Kronologisnya seperti yang disampaikan oleh Dirutnya, ada 1.204 kartu debet Mandiri yang ditransaksikan pada 9 dan 10 Mei 2014. Kemudian transaksinya itu di Kanada, Malaysia, Perancis dan Srilanka. 600 kredit di antaranya sudah digunakan, dan 1.857 transaksi yang secara sistem sudah di approve oleh nilai Rp3,9 miliar," terangnya di Kantor OJK, Jumat (16/5/2014).

Menurutnya, sebanyak 99 ditransaksikan melalui ATM, sementara sisanya melalui Information Banking Center (IBC). Selain itu, pihaknya menduga terdapat pula proses skeeming kartu yang tersebar di enam ATM yang diperkirakan mencapai 80 ribu kartu.

"Tindak lanjutnya Bank Mandiri sudah sangat cepat upaya pro-filling transaksi kemudian pemblokiran kartu sudah di beberapa ini. Pergantian kartu sudah dilakukan, dan penggantian dana nasabah. Ini juga perlu dijadikan perhatian pada bank-bank ini dan terus dikomunikasikan dengan nasabah, sehingga agar tidak dirugikan nasabahnya," tutur dia.

Bagi yang sangat ragu, dia menyarankan untuk menghubungi nomor telepon 5655 agar dapat dilakukan tindak lanjut. Di samping mengenai skeeming kartu debet, terdapat pula transfer rekening nasabah yang tidak memenuhi syarat dan terjadi di April 2014.

"Ada transfer dari rekening nasabah yang tidak mengurangi saldo transaksinya cukup besar 2.966 transaksi. Dari 2.560 ini sekitar Rp7,7 miliar sudah dilakukan langkah-langkah," ujarnya.

Dia mengatakan, yang perlu dilakukan adalah menonaktifkan serta menutup aksesnya tersebut. Selain itu, yang perlu diantisipasi dari aspek keamanannya adalah bank melakukan recovery financial melalui pendebetan rekening.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
DPK Bank Mandiri Taspen...
DPK Bank Mandiri Taspen Tumbuh 8,9% hingga Februari 2024
Bank Mandiri Bukukan...
Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 26,6 triliun di Kuartal II 2024
Besok, Bank Mandiri...
Besok, Bank Mandiri Tetap Buka Layani Nasabah
Bank Mandiri Lanjutkan...
Bank Mandiri Lanjutkan Transformasi Digital di Ulang Tahun ke-23
Jelang Ramadhan, Bank...
Jelang Ramadhan, Bank Mandiri Sesuaikan Jam Layanan Cabang
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
37 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Ungkap Aktivitas...
Ilmuwan Ungkap Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved