HM Sampoerna Diminta Tak Langsung PHK Karyawan

Senin, 19 Mei 2014 - 16:42 WIB
HM Sampoerna Diminta...
HM Sampoerna Diminta Tak Langsung PHK Karyawan
A A A
JAKARTA - Perusahaan rokok PT HM Sampoerna Tbk akan menutup dua pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Jember dan Lumajang. Hal ini berdampak pada terancamnya sekitar 4.900 karyawan yang bakal dirumahkan.

Menanggapi hal itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku tidak mengharapkan terjadinya peristiwa ini. Namun, dia tak menampik hal ini tidak bisa dihindarkan, mengingat selama kurun dua tahun ini volume produksinya terus mengalami penurunan.

"Itu tidak saya harapkan, tapi tak bisa dihindarkan. Karena memang penurunan volume produksi mereka yang terus menerus selama dua tahun menciutkan produksinya," ujar dia usai Rapat Koordinasi (Rakor) Kemenko di Jakarta, Senin (19/5/2014).

Namun, dia membantah jika penurunan produksi ini disebabkan karena peraturan pemerintah yang tidak memihak kepada industri rokok. Pihaknya memang tengah membuat roadmap tentang pembatasan produksi rokok, namun itu baru akan dimulai pada 2015.

"Kami memang membuat roadmap untuk jangka panjang sampai 2025, tapi dimulai 2015. Dengan mengatur produksinya supaya enggak terus meningkat," tambahnya.

Sementara, mengenai 4.900 karyawan yang terancam dirumahkan, dia berharap mereka tidak langsung di PHK. Karena menurut Hidayat, Indonesia masih ada kesempatan untuk melakukan ekspor.

"Ya ada 4.000 lebih, itu memang unavailable lah, enggak terhindarkan. Tapi juga Saya tidak menginginkan langsung di PHK, karena kita masih ada kesempatan ekspor. Nanti akan saya sampaikan ke asosiasi," pungkas dia.

Seperti diketahui PT HM Sampoerna Tbk untuk menutup dua pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Jember dan Lumajang mulai 31 Mei.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Kepemimpinan Pasar,...
Jaga Kepemimpinan Pasar, Intip Kinerja Keuangan Sampoerna di Sepanjang 2025
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Tidak Ada Penarikan Produk Sampoerna
Presdir Sampoerna Bersuara:...
Presdir Sampoerna Bersuara: Kondisi Industri Hasil Tembakau Masih Sangat Rentan
Bos Sampoerna Angkat...
Bos Sampoerna Angkat Bicara Soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok
Rogoh Kocek Rp2,79 Triliun,...
Rogoh Kocek Rp2,79 Triliun, HM Sampoerna Ekspor Rokok Tanpa Asap
Peduli Corona, Sampoerna...
Peduli Corona, Sampoerna Donasi Mesin PCR Lengkap Siap Pakai
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
2 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved