Potong Anggaran K/L, Menkeu Klaim Bantu Pemerintahan Baru

Selasa, 20 Mei 2014 - 18:37 WIB
Potong Anggaran K/L,...
Potong Anggaran K/L, Menkeu Klaim Bantu Pemerintahan Baru
A A A
JAKARTA - Pemerintah berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2014 akan mengambil langkah memotong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 sebanyak Rp100 triliun, yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp637,8 triliun.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan hal itu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak melampaui anggaran yang akan membebani pemerintahan yang baru.

"Kan enggak bener pemerintahan baru dibiarkan melanggar APBN. Jadi, kita mesti menjaga agar pemerintahan baru tidak punya persoalan. Untuk itu K/L pemerintahan sekarang berkorban," ujarnya usai Rapat Paripurna di DPR, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, hal ini juga sebagai upaya untuk menjaga defisit anggaran sesuai Undang-Undang (UU) yakni maksimal 3 persen. "Tujuannya untuk menjaga defisit anggaran hanya 2,5 persen," tambah dia.

Menurutnya, Kementerian/Kelembagaan (K/L) pada masa pemerintahan ini sebaiknya menahan diri terlebih dahulu. Karena pada tahun mendatang bisa mengusulkan anggaran kembali.

Namun pihaknya tidak menyebutkan anggaran belanja apa yang akan dipangkas. Menurutnya hal itu akan diserahkan kepada K/L yang mengendalikan. Karena tiap-tiap K/L yang paling mengetahui proyek-proyek yang menjadi prioritas dan yang harus dipangkas.

"Yang kita kasih ke K/L adalah angkanya, kita mau potong segini nanti kalian (K/L) pilih mana (dipangkas)," katanya.

Dia mengatakan, anggaran belanja yang pasti akan dipangkas adalah perjalanan dinas, seminar dan honor. "Untuk nominal dari 0% hingga 30%," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
19 menit yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
41 menit yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved